Mobile Payment

Sebelum menggunakan uang kertas dan uang logam manusia melakukan transaksi lewat barter. Yakni barang di tukar barang. Selanjutnya digunakan uang kertas dan uang logam untuk transaksi. Seiring perkembangan handphone maka sekarang pembayaran bisa dilakukan melalui perantara handphone yang kita miliki. Mobile Payment telah lahir dan akan menjadi pemicu untuk e commerce dan m commerce di indonesia yang katanya ‘lamban’ berkembang. Kenapa ? karena mobile payment memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi dannnn hampir tiap orang punya handphone.
Bagaimana hal itu bisa terjadi penjelasannya adalah sebagai berikut :

Arsitektur Dasar Mobile Payment

  1. Merchant : merupakan tempat yang menampung detail transaksi pelangan. Data tersebut termasuk elemen statis dan dinamis yang mengidentifikasi setiap transaksi.
  2. Pelanggan menerima data transakasi dari Merchant dan men cocok an setiap informasi dengan yang dimiliki.Dimana format standar pembayaran telah di siapkan untuk dapat memproses pembayaran. Proses pembayaran berupa partner yang dipercaya seperti bank atau operator telekomunikasi. Ketika permintaan pembayaran siap untuk di transfer maka konsumen melakukan pengecekan dan atentifikasi dengan PIN yang dikirim oleh account manager.
  3. Account manager akan menerima permintaan pembayaran, mengidentifikasi pelanggan dan pemproses permintaan pembayaran. Proses identifikasi termasuk mengecek dana yang tersedia dan berapa jumlah di minta. Ketika prosesnya selesai maka payment notice di forward ke Data Center sebagai payment service. Data center kemudian mengidentifikasi alamat bank/operator telco pada payment notice kemudian memberikan pesan kepada merchant bahwa telah terjadi proses pembayaran.
  4. Pemproses di sisi merchant menerima payment notice dan memberikan advise secara real time apakah transaksi diterima atau ditolak.

Model Bisnis
model pembayaran baru ini akan diterima jika setiap element didalamnya mendapatkan keuntungan dari transaksi baik berupa support, promosi atau service.  Pihak terkait dalam mobile payment adalah : bank, operator telco, pelanggan, merchant, developer, service provider dan supplier. Konsep dasar model bisnis nya adalah pada bank dan perusahaan telco sehingga situasi yang memungkinkan hal ini adalah revenue sharing / sharing pendapatan.

Advertisements

55 Trilliun Rp untuk Applikasi smartphone

Dari sumber yang saya baca [gartner] bahwa di tahun ini 2010 orang akan dengan iklas mengeluarkan US $6.2 milyar  (Rp 55,1 trilliun) untuk membeli applikasi mobile dimana US $0.6 milyar diantaranya diperoleh dari iklan melalui media mobile.

Smartphone memang tumbuh dan populer sangat cepat dan disinilah peran content/appllikasi provider. Game sepertinya tetap akan menjadi primadona, di susul oleh mobile shopping, social networking, utility, dan tool untuk produktivitas.

Jumlah Download dan Penghasilan dari App Store Smartphone

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Aplikasinya mungkin bisa saja gratis tapi developer akan mencharge nya dari sisi lain misalnya dari iklan seperti baner dan lainya.

Mobile Apps store mendapatkan penghasilan sekitar $4.2 milyar pada 2009 dan diprediksi akan tumbuh menjadi $29.5 millyar pada akhir tahun 2013 dimana 25 % nya akan berasal dari iklan. Sungguh hal yang sangat menjanjikan…

Kecenderungan lainnya adalah pengguna smartphone saat ini lebih suka mengadopsi applikasi yang terbaru, jadi mereka akan bayar berapa pun itu asal kebutuhan mereka terpenuhi.

So it’s time to create money

Android, Beda ?

Android

Google Android menawarkan banyak kelebihan baik kepada pengguna ataupun pengembang. Bagi pengguna Android adalah Smartphone yang murah nan canggih. Sedangkan bagi para developer ada banyak hal yang membuatnya semakin Beda :

1. Open Kita bisa mengakses fungsi device melalui standar API : Framework applikasinya dapat di gunakan atau di ganti dengan komponen tertentu.

2. Dalvik Virtual Mechine dapat meningkatkan power managment system.

3. Support graphic 2D dan 3D (OpenGL Es 1.0)

4. Menggunakan SQLite Framework sehingga lebih reliable dan besar untuk penyimpanan data.

5. Developer dapan membuat applikasi yang disupport oleh file-file multimedia umumnya seperti MPEG, MPEG3, MPEG4, H.286, AAC, AMR, JPG, PNG, GIF, dan lainnya.

6. Support GSM, EDGE, 3G, HSDPA, Wi Fi network.

7. Web Kit Engine Open Source.

8. Support GPS, kompas navigasi, accelerometer.

9. Untuk pengembangan sudah disediakan emulator, debugger, Eclipse IDE plug in dan tools lainnya.

Jadi percaya atau tidak, Android akan mengambil pasar Smartphone masa depan. 🙂

 

Serba serbi Smartphone Operating System

Smartphone OS

Pasar Smartphone memiliki requirement spesifik yang membedakannya dari pasar PC dan mobile phone lainnya. Memperkecil skala OS yang ada pada PC dengan kemampuan komunikasi merupakan hal fundamental yang menjanjikan. Berikut adalah beberapa karakteristik unik dari smartphone :

a.       Smartphone kecil dan mudah digunakan;

Seperti halnya ponsel yang juga kecil, smartphone di  desain untuk dapat digunakan dalam waktu pembicaraan yang lama dengan menggunakan baterai tanpa harus sering men charge nya. Hal ini menyebabkan adanya demand untuk power management. Alatnya/device juga harus responsive dalam semua situasi. Kenyataannya bahwa alat/device tersebut tidak pernah mati secara total sejak dinyalakan dimana pada saat bersamaan telepon harus dapat beroperasi berjam jam dengan hanya sekali charge baterai. Untuk itu maka dibutuhkan OS yang dapat mengefektifkan kesemuanya itu.

b.      Multiple, kenektivitas berkelanjutan.

Kadangkala Smartphone terhubung dengan :

  • Jaringan wireless phone secara local.
  • Device lainnya : seperti PC, ponsel, modem, dan lainnya.
  • Applikasinya sendiri.

Mengakses data tertentu, mengatur email mengunakan internal client atau syncronisasi membutuhkan berbagai macam koneksi. Kesulitan mobilitas biasanya memakai koneksi wireless untuk terkoneksi ke jaringan mobile atau area personal (seperti Bluetooth, infrared). Situasi koneksi seperti ini membutuhkan Operating System yang mampu mengintegrasikan utility untuk mendapatkan koneksi dan menginformasikannya kepada pengguna.

c.       Product diversity

Smartphone telah terlinat mulai dari telepon selular/ponsel seperti media input menggunakan keypad sampai menjadi tablet yang menggunakan styli, screen yang lebih lebar, dan keyboard kecil. Perubahan media input dan factor ukuran ini menjadi hal penting dalam mendesain OS.

d.      Open Platform

Platform harus Open bertujuan untuk mengakomodasi teknologi third party dan harus melibatkan vendor software untuk mengembangkan applikasi third party. Untuk mengefisiensikan waktu, OS harus menyiapkan diri bagi developer dengan support standard dan coding yang simple sehingga developer dapat dengan mudah berinteraksi.

e.      Memory terbatas

Untuk memenuhi batasan memori yang dimiliki oleh smartphone, OS harus dapat menyediakan banyak fungsionality.

Tipe Platform OS Smartphone

OS smartphone dapat dibedakan berdasarkan operating system yang digunakan :

a.       Real Time Operating System (RTOS)

Real Time Operating System memiliki respond terhadap input, cepat dan memberikan hasil secara instant. Tipe OS ini biasanya digunakan untuk mengontrol scientific device dan instrument kecil lainnya dimana memori dan resource adalah hal yang krusial. Device tipe ini sangat memiliki utility yang sangat terbatas bagi user, usaha banyak dilakukan untuk mengefisiensikan memori sehingga dapat miminimalisasi waktu eksekusi dan menghemat power juga. Contoh nya: 8086

OS Framework

b.       Single user, single tasking operation system.

Tipe OS yang seperti ini adalah Real Time OS dimana seorang user dapat melakukan suatu hal secara efektif dalam suatu waktu, maksudnya adalah sangat sulit untuk melakukan lebih dari satu hal dalam OS tipe ini. Contoh OS tipe ini adalah Palm OS yang tertanam pada Palm Hand Held.

c.      Single user, multi tasking operation system

OS ini dapat menjalankan lebih dari satu program bersamaan seperti printing, scanning, dan word processing. Contohnya dalah Apple Mac OS.

d.       Multi-user Operating System

OS mampu dijalankan lebih dari satu user pada saat bersamaan. Beberapa OS dapat berjumlah ratusan dan bahkan ribuan user. Contohnya : Main Frame OS.

Perang Pasar

Sebagian besar pabrikan Mobile saat ini telah merencanakan untuk mengurangi skenario monopoli. Pabrikan mobile dan developer berusaha untuk saling mengembangkan aplikasi-aplikasi yang baru. Andoid, Nokia, Palm, dan RIM membuka store mereka sendiri di internet. Disaat industry mobile dibanjiri dengan ide-ide seperti platform yang komprehensif maka customer lebih memilih platform yang simple dan innovative. Sepertinya kebutuhan akan user tersebut membuat para pabrikan untuk mempercai open source platform.

Market Share

Menurut data yang didapat dari lembaga riset di UK, penjualan global smartphone akan bertambah dari 165,2 juta pada tahun 2009 menjadi 422,96 juta di tahun 2013, dengan total jumlah pengguna smartphone mencapai 1,6 millar. Perusahaan konsultan tersebut juga meramalkan bahwa pasar global untuk applikasi dan games smartphone mencapai 4,6 millar dollar pada tahun 2009 dan akan meningkat menjadi 16,6 milliar dollar pada tahun 2013. Di masa depan, provider mobile akan mengeluarkan API yang akan menciptakan multiple layanan applikasi, dan retail mobile content yang  terintegrasi dengan modul pembayaran.

Smartphone Sales

OS Smartphone dan Open Standard

Pertumbuhan tajam akan perangkat komunikasi mobile telah mentrigger kompetisi yang sengit diantara perusahaan IT dan Komunikasi, seperti Aplle, Blackberry, Palm, Microsoft dan Nokia. Secara mengejutkan Symbian sebuah pengembang software yang bermarkas di London memimpin pasar dengan 50% untuk PDA dan Smartphone. Beberapa pabrikan mobile devices lainya seperti RIM, Sony, Ericsson dan Palm juga pemain penting dalam pasar mobile devices. Pada 5 November 2007, Google mendirikan Open Handset Alliance yakni sebuah aliansi bisnis yang beranggotakan 50 perusahaan dari pembuat mobile handset, pengembang mobile applikasi, dan beberapa pembuat chip mobile. Namun Nokia, AT&T, dan Verizon tidak tergabung dalam aliansi tersebut. Alliansi ini mengeluarkan Android sebuah OS berplatform Linux siap bersaing dengan iPhone OS, Windows Mobile, Symbian OS, Palm OS dan RIM Blackberry OS.

Biasanya, OS Smartphone di desain untuk mengakomodasi applikasi dan tools third party. User membutuhkan lebih banyak fasilitas selain hanya melakukan phone call, memainkan video dan malakukan SMS. Pengenalan terhadap web broser mini memulai kompetisi berbasis online dan lingkungan multimedia.

Mendukung Pengembangan Third Party

Akhirnya, AT&T mengizinkan beberapa applikasi VoIp nya untuk dapat bekerja dalam jaringan yang di install pada iPhone sehingga layanan suara tidak akan di berikan tariff lagi. Mengikuti langkah AT&T, Verizon wireless datang dengan mobile device nya sendiri berbasis Android, dan Google sepertinya telah memberikan lampu hijau untuk menggunakan applikasi VoIp pada device nya.

Membangun platform yang fit untuk semua adalah mimpi untuk saat ini. Sulit jika hanya mengandalkan native code saja. HTML, Java, CSS justru dapat memberikan feel tersendiri dan mengcover semua platform. Saat kita membicarakan enhancement seperti accelelator, GPS, dan lainnya maka itu hanya dapat bekerja pada native applikasi. JIka kita ingin mengembangkan native applikasi maka diperlukan studi yang mendalam yang berhubungan end user, devices, dan tools.

Perbandingan OS

Rantai pengembangan Apple iPhone mulai dari awal dengan Xcode sampai pada Apple Store di perbaiki secara terus menerus. Apple memposisikan diri sebagai pemain utama di pasar OS. Apple sebelumnya telah membuat PC OS yang dilanjutkan kelevel smartphone. Apple Iphone dapat digolongkan sebagai standard utama OS smartphone.

Tentunya, Microsoft Windows mobile juga memiliki peluang yang besar. Windows mobile harus di desain seperti OS atau OSX sehingga dapat memenuhi keinginan pasar yang lebih besar.

OS lainnya yang kuat namun kurang dari segi marketing adalah Palm, dilaporkan bahwa Palm bekerja secara komprehensif dalam mengembangkan OS untuk smartphone. Android OS didesain Google untuk device Google sendiri, memiliki kelebihan karena Google pemegang search engine dunia saat ini.

Referensi :

1. http://www.gartner.com

2. Canalys : OS market share picture