Setting Koneksi Speedy di Ubuntu 7.10

Mungkin sudah banyak artikel serupa dibuat… tapi ini dibuat berdasarkan pengalaman.. biasanya terkoneksi di internet cuma di kantor memanfaatkan hotspot yang ada.. Karena di rumah baru pasang speedy jadi harus bisa koneksinya lewat ubuntu 7.10 (Orang Telkom nggak rekomensikan Ubuntu, katanya nggak kompatibel…nggak bisa kali.red), tadinya saya coba setting lewat tools GNOME PPP dan KPPP tapi nggak berhasil..(kalo ada yang berhasil please kasih tau ya caranya).. Ternyata seperti ini cara yang bener :

1. Pastikan modem ADSLnya nyala dan sudah nancap di Ethernet Komputer… Kalo bener maka lampu merah di modem akan merubah warna jadi hijau… artinya modem udah ready.

2. Buka terminal dari Application > Accessories > Terminal masuk sebagai su (super user).
3. Ketikkan pppoeconfic pada terminal dan akan muncul dialog seperti berikut :

4. Sistem akan melakukan mendeteksi sendiri perangkat yang digunakan (seperti Ethernet, Wireless Card, dan lainnya) untuk koneksi ke internet.

5. Tekan yes setiap pertanyaan yang diberikan.

6. Kemudian masukkan username speedy dan ketikkan passwordnya pada kotak dialog yang telah disediakan.

Setting sudah selasai dilakukan, cek hasil settingannya di file ini berikut : /etc/ppp/peers/dsl-provider dengan mengetikan perintah nano /etc/ppp/peers/dsl-provider

Untuk mengaktifkan koneksi / dial modemnya ketikkan perintah berikut pada terminal : pon dsl-provider

Untuk memutuskan koneksi ketikkan perintah berikut pada terminal : poff

catatan : dsl-provider adalah default untuk provider yang digunakna..kita dapat menggantinya di /etc/ppp/peers/dsl-provider dengan nama speedy dll… Sehingga untuk dial koneksi menjadi pon speedy

Tips bagi yang mau Nyoba Ubuntu

Peringatan : Tips ini khusus bagi pemula… yang sudah Master silakan kasih saran.

Biasanya hari-hari pertama berkenalan dengan sebuah Sistem Operasi baru kita dibuat pusing 7 keliling. Hal itu biasa, karena penyakit bawaan dari penggunaan Sistem Operasi yang lama. Kebiasaan tersebut tidak mesti dihilangkan, silakan dibawa di Ubuntu, hanya perlu beberapa pemahaman sehingga kebiasaan tersebut juga dapat dilestarikan. Yang ingin mencicipi Ubuntu sebaiknya baca dulu sepuluh tips berikut supayanggak terlalu pusing di awalnya… setelah paham ini proses selanjutnya akan semudah seperti air mengalir… 😉

1. Apakah Terminal (atau command line) dan dimana lokasinya?

Dengan terminal kita dapat melakukan banyak task/proses melalui command line. Terminal ini adalah tools yang sangat powerfull namun juga dapat menimbulkan masalah besar karena dapat digunakan untuk meng eksekusi proses secara cepat dan efektif. Biasanya user menggunakan terminal dengan bermodalkan copy dan paste. Untuk mengakses terminal klik Application > Acessories > Terminal. Perlu di ingat bahwa perlu ketilitian dan kehati-hatian sebab kesalahan huruf saja bisa membuat kerusakan parah pada sistem kita.

Gambar 1. Terminal

2. Bagaimana cara meng install File ?

Ada banyak cerita-cerita menyeramkan saat melakukan instalasi di Linux seperti compile dari source atau depedency. Di Ubuntu hal seperti itu dapat diabaikan karena Ubuntu memiliki tools utiliti yang dapat membantu kita dalam menginstall atau unisntall program yang disebut dengan Synaptic Package Manager. Synaptic juga membantu mengatur depedensi sehingga tidak perlu mencari librari yang bermacam-macam untuk menjalan sebuah program. Berikut adalah cara kerjanya. Klik System > Administration>Synaptic Package Manager. Selanjutnya akan ditannyakan password pemilik untuk keamanan. Akan muncul tampilan awalnya seperti berikut :

Gambar 2. Synaptic Package Manager

Tampilannya tidak serumit penggunaannya. Untuk menginstall paket terterntu cukup dengan menekan tombol “Search” diatas Synaptic dan masukan nama paketnya. Kemudian klik nama paket pada kotak paket yang tersedia pilih “Mark for Installation” kemudian klik Apply. Synaptic akan menginstallnya sendiri. Jangan di ganngu diarkan dia bekerja. Untuk meng uninstall program melalui Synaptic lakukan dengan cara yang sama, tapi jangan dipilih “Mark for Installation” tapi pilih “Mark for Removal” atau “Mark for Complete Removal” pada kotak paket yang disediakan.

3. Bagaimana menggunakan Universe dan Multiverse Repositories ?

Untuk menggunakan Universe dan Multiverse Repositories ketikan perintah berikut pada command line (terminal) kemudian tekan enter :

sudo gedit /etc/apt/sources.list

setelah kita memasukkan password Gedit (applikasi text editor) akan menampilkan file source.list yang berisi semua daftar repositories software pada sistem. Repositories menunjukkan software apa yang dapat digunakan melalui Synaptic Package Manager. Secara default Ubuntu hanya memasukkan Repositoriesnya saja. Namun jika kita mau mendengarkan file-file Mp3, menonton film dengan DVD, atau menambah akses Game kita perlu menggunakan Universe dan Multiverse repositories.

Selanjutnya sebelum kita mengedit file souces.list ada baiknya dibackup dulu file sources.list ke nama yang lain seperti sources.list.backup ke home directori misalnya. Kemudian untuk mengaktifkan Universe dan Multiverse repositories cukup dengan membuang tanda # yang ada pada file sources.list yang memasukan Universal dan Multiverse kemudian di simpan. Kemudian untuk mengsinkronkan source yang di buat dengan Synaptic ketikan perintah berikut pada Terminal :

sudo apt-get update

Jikalau ‘membenci setengah mati’ command line kita bisa masuk dari System>Administration>Synaptic Package Manager, kemudian tekan tombol “Reload”.

4. Kenapa saya selalu di tanya password root ?

Root Password adalah user password yang dibuat sewaktu kita melakukan instalasi Ubuntu. Sistem akan menanyakan root password ketika kita akan menjalankan sebuah perintah yang dianggap memiliki potensi masuk kewilayah yang berbahaya bagi sistem. Kegunaannya adalah sebagai pengamanan dari file-file yang penting juga sebagai pengingat bahwa harus berhati-hati sebelum melakukan perubahan-perubahan pada file.

5. Bagaimana Menutup Applikasi yang Crash ?

Untuk menutup applikasi yang Crass petama masuk ke terminal kemudian ketikan perintah berikut ini :

xkill

Kemudian letakkan kursor pada applikasi yang crass, saat kita mengkilk applikasi tersebut maka akan applikasi yang crass tersebut akan tertutup dengan sendirinya.

6. Dimanakah C nya ?

Jika terbiasa dengan Windows kita terbiasa denga herarki file struktur seperti pohon dimana biasanya C adalah awal hierarki file tersebut. Di Linux juga mengenal hierarki struktur file diamana biasanya di windows ada “C:” tapi di Linux cukup dengan ‘/”. Slash di Linux juga diartikan sebagai go forward (maju kedepan) kalo Windows menggunakna backslash (\).

7. Apakah Ubuntu bisa memainkan File mp3 dan DVD ?

Salah satu alasan mengapa Linux tidak mengaktifkan DVD Playback secara otomatis format-format tersebut adalah kemungkinan besar DVD Playback adalah ilegal yang dilarang di banyak negara. Tapi kalo memang masih mau nekat bisa klik disini. Di Ubuntu format seperti ini dikenal dengan restricted Format. Format seperti itu juga dapat di seting otomatis.

8. Dimanakah direktori “My Documents” nya ?

Seperti biasa di Windows kita sering menggunakan “My Documents” karena sudah sangat populer. Di Ubuntu My Documents ada di direktori Home Folders > Documents.

9. Bagaimana melatakkan “Trash” / “Recicle Bin” di Desktop ?

Secara default likasi Trash bin berada di sudut kanan bawah. Karena kebisaan banyak orang yang meletakkan Trash Bin di desktop nya. Untuk membuat Trash Bin tampil di Desktop buka terminal dan ketikan perintah berikut :

gconf-editor

Selanjutnya Configuration editor akan di tampilkan. Klik apps > nautilus > desktop. Klik kotak pada “Trash_icon_visible” sehingga jadi tercentang.

Gambar 3. Gconf- Editor

10. Bagaimana mengkases partisi Windows dari Ubuntu ?

Dalam hal ini kita memiliki dual sistem di komputer yakni Windows dan Ubuntu. Format Partisi di windows asumsinya adalah NTPS dan FAT32. Ubuntu dapat membaca semua isi yang tersimpan dalam format partisi Windows. Petunjuk lebih lanjut dapat klik disini.

Football Manager Linuxer – Bygfoot

Euro 2008 sudah dimulai. Pengen lagi rasanya maen CM (championship manager) atau FM (FootBall Manager) seperti dulu masa-masa di Dayeuhkolot. Cuma sekarang mau nyoba dan nyari yang bisa jalan di Linux. Setelah browsing-browsing akhirnya menemukan link ini. Namanya BygFoot sebuah permainan Football Manager yang sederhana. Langsung saja di install, buka dulu terminal jangan lupa masuk sebagai super user, ketikan perintah berikut untuk menginstall Bygfoot :

root@denny-laptop:/home/denny# apt-get install bygfoot

Reading package lists… Done
Building dependency tree
Reading state information… Done
The following packages were automatically installed and are no longer required:
libxml1 python-glade-1.2 python-gtk-1.2 libgladeui-1-common libglade0
Use ‘apt-get autoremove’ to remove them.
The following NEW packages will be installed:
bygfoot
0 upgraded, 1 newly installed, 0 to remove and 21 not upgraded.
Need to get 1519kB of archives.
After unpacking 5923kB of additional disk space will be used.
Get:1 http://us.archive.ubuntu.com gutsy/universe bygfoot 2.0.1-1ubuntu2 [1519kB]
Fetched 1519kB in 50s (30.1kB/s)
Selecting previously deselected package bygfoot.
(Reading database … 205294 files and directories currently installed.)
Unpacking bygfoot (from …/bygfoot_2.0.1-1ubuntu2_i386.deb) …
Setting up bygfoot (2.0.1-1ubuntu2) …

root@denny-laptop:/home/denny#

Setelah selesai jalankan dengan membuka Applications > Games > Bygfoot

Selanjutnya kita diminta untuk menambahkan user isikan nama anda sebagai manager dan pilih klub/negara yang mau dilatih. Seperti biasa aku pilih Liga Italia. sedikit terkejut Klub Favoritku LAZIO malah nggak ada… komplain… ROMA di urutan no.1 (ni yang buat sepertinya Romanisti)… Akhirnya untuk percobaan aku pake Portugal di UERO 2008.

Mirip seperti CM dan FM disini kita bisa bertindak selayaknya seorang manager dan pelatih sepakbola. Kita bisa beli pemain, jual pemain, pasang strategi dan lain-lain..cobain sendiri. Mungkin kekurangannya di Grafis yang belum terlalu baik. Jadi inget sama CM di masa-masa tahun 1999 dan 2000 yang masih text based.

Agak susah, sewaktu pegang Portugal di EURO, pertandingan pertama bertemu Serbia Montenegro… Kalah 3-0, pertandingan kedua lawan tuan ruma Austria kalah juga 1-0.

Pertandingan Pertama

Pertandingan Kedua

Dua pertandingan kalah artinya Portugal pasti tersingkir. Daripada Stress mending di restart lagi…hehehehehe… Maen game kan buat ngilangin Stress bukan nambahin Stress… Bravo Sepak Bola.

Install MapServer

Mapserver dapat dijalankan pada banyak platform Sistem Operasi. Ada beberapa Sistem Operasi dan prosesor yang dapat menjalankan Mapserver dengan baik. Beberapa Sistem Operasi tersebut adalah :

  • RedHat/SuSe/Debian/Mandrake Linux, versi 6 sampai 9

  • Solaris

  • Mac OS X

  • Vmware yang dijalankan di Windows dan Linux seperti Virtual Box

  • FreeBSD

  • SCO Open Server

  • SGI IRIX

  • Windows 2000, XP, 98, 95

Kecepatan prosesor minimal 120 MHz dengan memori paling tidak 64 MB.

Mandapatkan File Binary MapServer

Windows

MapServer menyediakan Paket file Binary untuk digunakan pada Sistem Operasi keluaran Microsoft. Paket file tersebut disimpan dalam bentuk kompres file dan dapat didownload pada websites MapServer (http://mapserver.gis.umn.edu/win32binaries.html) atau di MapTools.org di link berikut http://dl.maptools.org/dl.

Khusus MapTools.org ini memberikan paket yang mudah untuk digunakan dan sangat dianjurkan bagi yang baru ingin memulai MapServer menggunakan Windows. Paket di sini disebut dengan MapServer For Windows (MS4W) dapat didownload lokasi ini http://maptools.org/ms4w/ . MS4W ini dikembangkan oleh DM Solutions Group di Ottawa Canada. Sebuah perusahaan yang melibatkan diri dalam mengembangan, implementasi, dan support teknologi MapServer. Paket MS4W merupakan file ZIP yang sangat mudah digunakan karena satu paket dengan Apache Web Server. Tidak perlu banyak konfigurasi untuk menginstallnya cukup ekstrak file ZIP tersebut di hardisk misalnya C:\. Secara otomatis akan dibuat subfolder C:\MS4W\. Untuk memulai aplikasi webserver klik file exe Apache dari C:\ms4w\apache\bin\apache.exe. Buka browser masuk ke http://localhost kita akan disambut dengan halaman selamat datang ke MS4W. Artinya bahwa apache sudah aktif dan dan berjalan dengan baik. Komponen-komponen yang ada pada MS4W (MapServer For Windows) adalah :

Komponen

Gambaran

Apache

Web Server

PHP

Script

mapserv.exe

MapServer CGI program

php-mapscript.dll

PHP/ MapScript libraries

proj.exelcs2cs.exe

Utiliti dan libraries PROJ.4 proyeksi

shp2img.exelshptree.exelscalebar.exe

Utiliti MapServer command line

ogr2ogr.exelogrinfo.exeloggrtindex.exe

Utiliti OGR command line

Linux binary

Projectnya dikenal dengan Free Open Source Software GIS Suite (FGS) yang dapat dilihat di http://maptools.org/fgs/. Project ini memberikan paket-paket yang dibutuhkan seperti file binaries, libraries, dan file-file lain yang mendukung applikasi FGS. Applikasi-apliksi tersebut didesain untuk dapat bekerja dalam lingkungan Apache, PHP, dan MapServer. Ada sekitar empat Distro Linux yang memasukan MapServer sebagai applikasinya yakni :

DebianGIS

Applikasi GIS dengan support MapServer yang dikembangkan berdasarkan Distro dengan basis Debian dapat dilihat pada http://pkg-grass.alioth.debian.org/cgi-bin/wiki.pl

HostGIS

Applikasi ini memasukan MapServer, PostGIS, PHP, Phyton, Perl, dan beberapa standard Applikasi GNU/Linux. Applikasi ini bebasis distro Slackware Linux dapat dilihat di http://hostgis.com/linux.html

STARCD

Applikasi GIS berbasis pada distro Mandrake Linux yang mempaketkan MapServer, QGIS, dan applikasi GIS lainnya seperti GRASS GIS. Dapat dilihat di http://rslultra.star.ait.ac.th/~yann/starcd/.

GIS-Knoppix

Applikasi GIS yang berbasis pada distro Knoppix Linux. Dapat dilihat pada http://www.sourcepole.com/sources/software/gis-knoppix/.

Versi Linux RPM

File dalam bentuk RedHat Package Manager dapat diperoleh pada bebersa websites. Berikut adalah beberapa diantaranya :

LinGIS

LinGIS adalah paket RPM yang di khususkan untuk Suse. Dapat dilihat di http://lingis.org

Mapping Hack untuk Fedora

Merupakan file RPM yang dikhususkan untuk distro Fedora dapat dilihat di http://mappinghacks.com/rpm/.

Versi Debian Linux

Untuk paket MapServer versi file debian (.deb) dapat di lihat repository nya di http://agrogeomatic.educagri.fr/debian/.

Mac OS X

Instalasi paket MapServer untuk Mac OS X dapat dilihat di http://www.serverlogistics.com/mapserver.php. Informasi lebih lanjut juga dapat di lihat di link berikut http://webpages.charter.net/kyngchaos/macosx/mapservinstall.html.

Meng-Compile Source Code MapServer

Sebagai software opensource MapServer memungkinkan bagi kita untuk melakukan modifikasi source code sesuai dengan keinginan kita dan baru kemudian melakukan compile sendiri. Tapi jika ‘sulit’ melakukan modifikasi sendiri kita bisa saja langsung meng compile filenya dari source code. Berikut ini akan dicontohkan melakukan compile MapServer menggunakan Linux. Tools dan perintah dijalankan pada command line atau shell consule. Untuk beberapa Sistem Operasi lain tergantung dari tools yang digunakan pada Sistem Operasi tersebut. Disini diasumsikan dengan menggunakan compiler C seperti GCC dan tools configurasi seperti autoconf dan automake.

Download

Surce code yang dapat di download pada MapServer websites adalah di link http://mapserver.gis.umn.edu/dload.html. Setelah paket tersebut selesai di download maka ekstrak atau unzip isi file tersebut disini menggunakan perintah tar :

# tar -xzvf mapserver-4.4.0.tar.gz

File yang di Unzip akan membuat struktur subfolder yang berisi semua kode. Masuk kedirektori tersebut dan lakukan konfigurasi.

Konfigurasi Source

Dibutuhkan konfigurasi untuk mengkompile program MapServer. Diperlukan tahap persiapan untuk melakukan kompilasi source code. Disini kita menggunakan program configure tanpa menyebutkan beberapa pilihan dan menggunakan setting default. Jalankan perintah configure seperti pada contoh dibawah ini :

# ./configure

loading cache ./config.cache

checking for gcc… (cached) gcc

checking whether the C compiler (gcc ) works… yes

checking whether the C compiler (gcc ) is a cross-compiler… no

checking whether we are using GNU C… (cached) yes

checking whether gcc accepts -g… (cached) yes

checking for c++… (cached) c++

checking whether the C++ compiler (c++ ) works… yes

checking whether the C++ compiler (c++ ) is a cross-compiler… no

….

checking where PNG is installed…

checking for png_init_io in -lpng… no

PNG (libpng) library cannot be found, possibly needed for GD

checking where libXpm is installed…

checking for XpmFreeXpmImage in -lXpm… no

XPM (libXpm) library cannot be found, possibly needed for GD

checking where libiconv is installed…

checking for libiconv_open in -liconv… no

libiconv library cannot be found, possibly needed for GD

checking for GD 2.0.12 or higher…

checking for gdImageSetAntiAliased in -lgd… yes

using libgd 2.0.12 (or higher) from system libs

(-L/usr/lib -lgd -ljpeg -lfreetype -lz ).

….

checking whether we should include PROJ.4 support…

PROJ.4 support not requested.

checking whether we should include thread safe support…

thread safe support disabled.

checking whether we should include ESRI SDE support…

ESRI SDE support not requested.

checking whether we should compile in MPATROL support…

MPATROL support not requested.

checking whether we should include OGR support…

OGR support not requested.

checking if GDAL support requested… no

checking if PostGIS support requested… no

checking if MyGIS support requested… no

checking if OracleSpatial support requested… no

checking if MING/Flash support requested… no

checking whether we should include WMS Server support…

OGC WMS Compatibility not enabled (PROJ.4 is required for WMS).

checking whether we should include WFS Server support…

OGC WFS Server support not requested.

checking whether we shou install/erase scriptlets from package(s)

ld include WMS Client Connections support…

OGC WMS Client Connections not enabled (PROJ.4 and libcurl required).

checking whether we should include WFS Client Connections support…

OGC WFS Client Connections not enabled (PROJ.4, libcurl and OGR required).

….

updating cache ./config.cache

creating ./config.status

creating Makefile

Melakukan Kompilasi

Setelah proses konfigurasi selesai maka kita dapat memulai melakukan kompilasi program. Untuk melakukan kompilasi gunakna perintah make. Setelah menjalankan make kita akn melihat beberapa informasi pada layer. Setelah proses kompilasi selesai dan tidak ditemukan adanya pesan kesalahan maka kita akan kembali ke command prompt. Berikut ini adalah contoh mencompile dengan proses make.

# make

gcc -c -O2 -Wall -DIGNORE_MISSING_DATA -DUSE_TIFF -DUSE_JPEG -DUSE_GD_PNG

-DUSE_GD_JPEG -DUSE_GD_WBMP -DUSE_GD_FT -I/usr/include maptemplate.c -o maptemplate.o

gcc -c -O2 -Wall -DIGNORE_MISSING_DATA -DUSE_TIFF -DUSE_JPEG -DUSE_GD_PNG

-DUSE_GD_JPEG -DUSE_GD_WBMP -DUSE_GD_FT -I/usr/include mapbits.c -o mapbits.o

[ *………80+ lines removed………..* ]

gcc -O2 -Wall -DIGNORE_MISSING_DATA -DUSE_TIFF -DUSE_JPEG -DUSE_GD_PNG

-DUSE_GD_JPEG -DUSE_GD_WBMP -DUSE_GD_FT -I/usr/include sortshp.o

-L. -lmap -lgd -L/usr/lib -lgd -ljpeg -lfreetype -lz -ltiff -ljpeg

-lfreetype -lz -ljpeg -lm -lstdc++ -o sortshp

touch mapscriptvars

pwd > mapscriptvars

echo -DIGNORE_MISSING_DATA -DUSE_TIFF -DUSE_JPEG -DUSE_GD_PNG

-DUSE_GD_JPEG -DUSE_GD_WBMP -DUSE_GD_FT >> mapscriptvars

echo -I. -I/usr/include >> mapscriptvars

echo -L. -lmap -lgd -L/usr/lib -lgd -ljpeg -lfreetype -lz -ltiff -ljpeg

-lfreetype -lz -ljpeg -lm -lstdc++ >> mapscriptvars

echo >> mapscriptvars

gcc -c -O2 -Wall -DIGNORE_MISSING_DATA -DUSE_TIFF -DUSE_JPEG -DUSE_GD_PNG

-DUSE_GD_JPEG -DUSE_GD_WBMP -DUSE_GD_FT -I/usr/include tile4ms.c -o tile4ms.o

gcc -O2 -Wall -DIGNORE_MISSING_DATA -DUSE_TIFF -DUSE_JPEG -DUSE_GD_PNG

-DUSE_GD_JPEG -DUSE_GD_WBMP -DUSE_GD_FT -I/usr/include tile4ms.o

-L. -lmap -lgd -L/usr/lib -lgd -ljpeg -lfreetype -lz -ltiff -ljpeg

-lfreetype -lz -ljpeg -lm -lstdc++ -o tile4ms

#

Setelah kompilasi selesai maka lakukan instalasi dengan menggunakan perintah make install seperti pada contoh dibawah ini :

# make install

***** MapServer Installation *****

To install MapServer, copy the ‘mapserv’ file to your web server’s cgi-bin

directory.

If you use MapScript then see the documentation for your specific MapScript

version for installation instructions.

Perintah make akan menghasilkan file mapserv executable. Kita dapat mencoba file mapserv executable dengan menambahkan parameter –v seperti pada contoh dibawah ini :

# ./mapserv -v

MapServer version 4.4.0 OUTPUT=PNG OUTPUT=JPEG OUTPUT=WBMP

SUPPORTS=FREETYPE INPUT=TIFF INPUT=JPEG INPUT=SHAPEFILE

Contoh diatas menunjukan beberapa format input dan output data yang dipilih saat melakukan instalasi. Kita dapat menjalankan mapserv dengan mengetikan perintah ./mapserv tanpa memberikan parameter –v seperti pada contoh berikut :

# ./mapserv

This script can only be used to decode form results and

should be initiated as a CGI process via a httpd server

atau menjalankan program mapserv melalui browser dengan mengetikan perintah berikut :

http://localhost/cgi-bin/mapserv

akan muncul tampilan seperti berikut pada browser :

Tampilan seperti diatas menunjukan bahwa mapserv telah berhasil di install dan berjalan dengan baik.

Installasi Secara Manual di Ubuntu

Di Ubuntu proses install dan remove program/applikasi sangat mudah dilakukan dengan menggunakan Synaptic Package Manager apalagi kalo terkoneksi dengan internet. Tapi ada kalanya kita perlu melakukan instalasi sebuah applikasi secara manual yang juga bisa disebabkan karena Synaptic Manager gagal melakukan instalasi. Download paket-paket dalam format .deb, .rpm, .tar.gz, .sh, .bin, .exe, kemudian lakukan cara-caranya seperti berikut ini ,

Paket Debian (.deb)

Waktu kita mendownload paket dalam format .deb maka cara singkat untuk menginstallnyanya adalah doble klik kemudian akan muncul tampilan seperti berikut :

Klik Install Package maka package akan terinstall. Cara lainnya untuk menginstall paket debian adalah dengan menggunakan perintah dpkg. Cara mengunakannya adalah seperti berikut misalnya nama paketnya adalah linux-backports-modules-generic_2.6.22.14.21_i386.deb paket tersimpan di folder /media/sda2/Linux/Master/ maka masuk ke terminal sebagai root kemudian ketikan perintah seperti berikut ini :

dpkg -i /media/sda2/Linux/Master/linux-backports-modules-generic_2.6.22.14.21_i386.deb

Packet RPM (.rpm)

RPM adalah packet yang paling populer, paket ini adalah bawaan dari distribusi RedHad, Fedora Core, SUSE Linux dan Mandriva. RPM tidak di support oleh Ubuntu Packet Manager namun ada sebuah perintah yang dapat digunakan untuk mengubah format RPM menjadi format Deb yang di support oleh Ubuntu. Sebagai contoh kita akan mengubah file AdobeReader_enu-8.1.2-1.i486.rpm yang terletak di folder /media/sda2/Linux/Master/ . Masuk keterminal kemudian ketikan perintah berikut :

alien -i media/sda2/Linux/Master/ AdobeReader_enu-8.1.2-1.i486.rpm

Source Package (.tar, .tar.gz, .tgz, .tar.bz …)

Terkadang kita mendapatkan file paket dalam bentuk file berupa source code yang belum di compile. Untuk dapat mengkompile paket tersebut langkah pertamax yang dilakukan adalah meng extract file ke tempat tertentu. Cara yang paling mudah adalah dengan klik kanan filenya kemudian tekan Extract Here.

Kemudian masuk kedirektori tempat file tadi di extrak kita bisa mengeksekusi dengan script ./configure. Kemudian compile dengan perintah make. Seperti contoh sebuah file dengan nama xampp-linux-1.6.6.tar.gz berada di Desktop seperti ini /home/denny/Desktop. File tersebut di ekstrak di Desktop dengan nama folder lammp, maka masuk ke direktori hasil ekstrak tersebut cd /home/denny/Desktop/lammp. Kemudian ketik ./configure di terminal. Setelah itu compile dengan perintah make install. Untuk menghilangkan temporary files gunakan perintah make clean. Untuk uninstall program gunakan perintah make uninstall.

Shell Script Installer (.sh, .bash,..)

Kita bisa menjalankan script shell di terminal dengan perintah sh. Sebagai contoh jika script nya adalah test.sh dan terletak di Desktop maka kita bisa menginstallnya dengan perintah seperti berikut :

sh/home/denny/Desktop/test.sh.

Windows Executeable (.exe)

Jika kita ingin menginstall applikasi windows di Linux kita bisa melakukannya dengan menggunakan wine. Jika wine telah terinstall dengan baik maka untuk menggunakannya dilakukan dengan perintah wine diikuti lokasi file .exe yang akan di eksekusi. Seperti contoh file .exe dengan nama TennisTitansInstall.exe berada di direktori /home/denny/TennisTitans/. Ketikan perintah berikut di terminal :

wine /home/denny/Desktop/TennisTitans/TennisTitansInstall.exe

Kotak dialog instalasi seperti di Windows akan ditampilkan. Lanjutkan seperti biasa…

Setting Sharing Internet Ubuntu

Di mulai dari diskusi di millis KPLI Rap rasanya setting Sharing Internet di Ubuntu perlu juga di dokumentasikan, terutama buat yang mau buat Warnet pake Ubuntu. Perangkat yang digunakan server dengan 2 Network 10/100 Mbps, Jaringan Internet dari ISP (Speedy), Switch yang menghubungkan ke LAN dan PC Client dengan masing-masing 1 LAN Card diasumsikan menggunakan 25 PC client.

Langkah pertama : Menentukan IP Address Server untuk Koneksi ke ISP

Datanya di peroleh dari ISP (Speedy) misalnya diperoleh IP address 125.162.149.201

Subnetnya 255.255.255.254

DNS ISP diperoleh : 202.93.40.174 dan 202.152.165.36

Gateway ISP diperoleh : 125.162.54.1

Langkah ke dua menentukan IP Address untuk Sambungan Lokal /LAN

Karena Client diasumsikan 25 unit maka sebaiknya pilih IP Address 172.16.17.1/27 berarti Subnetnya adalah 255.255.255.224 –> Info lebih lanjut klik sini.

Kita tentukan IP Address Server yang terhubung ke LAN kita tentukan : 172.16.17.1

DNS diperoleh dari ISP : 202.93.40.174 dan 202.152.165.36

Langkah ketiga menentukan IP Address di Client :

Client – 1

IP Address : 172.16.17.2

subnet mask : 255.255.255.224

DNS dari ISP : 202.93.40.174 dan 202.152.165.36

Gateway : 172.16.17.1 (IP address Server yang terkoneksi ke LAN)

Client – 2

IP Address : 172.16.17.3

subnet mask : 255.255.255.224

DNS dari ISP : 202.93.40.174 dan 202.152.165.36

Gateway : 172.16.17.1 (IP address Server yang terkoneksi ke LAN)

Langkah keempat Setting Internet Sharingnya

Untuk melakukan sharing koneksi internet misalnya dari client 1 ke client 2

1. Di Komputer Server

Buka network settings : System > Administration > Network pilih wired connection (eth0) kemudian klik Properties pada Connection Setting isikan seperti berikut ini :

Configuration : Static IP Address

IP Address : 125.162.149.201

Subnetmask : 255.255.255.254

Gateway : 125.162.54.1

Klik OK kemudian kembali masuk ke Network Setting klik DNS dan tambahkan DNS Address dari ISP (202.93.40.174 dan 202.152.165.36)

Pasang kabel dari ISP ke NIC (Eth0) kemudian buka terminal ping ke google dengan mengetikan

ping http://www.google.com

Jika ada replay seperti gambar dibawah berarti koneksi internet sudah OK

Kembali ke Jendela Network Setting pilih Wired Connection (eth1) kemudian klik Properties, buat konfigurasi seperti berikut ini :

Configuration : Static IP Address

IP address : 172.16.17.1 –> sesuaikan dengan LAN yang kita buat

Subnetmask : 255.255.255.224

Gateway address : Kosongkan

Klik OK dan tutup Jendela Network Setting dan pasang kabel jaringan ke Switch

2. Setting di Komputer Client

Setting IP pada client dilakukan seperti halnya yang kita lakukan di server

Client-1

IP : 172.16.17.2

Subnet mask : 255.255.255.224

Gateway : 172.16.17.1 (IP LAN server)

Client 2

IP : 172.16.17.3

Subnetmask : 255.255.255.224

Gateway : 172.16.17.1 (IP Address Server LAN) … dst dengan hal yang sama untuk masing-masing client yang ada.

Setelah di setting coba ping ke server, di terminal ketikkan ping 172.16.17.1 jika reply maka koneksi sudah OK.

Langkah selanjutnya adalah sharing internet, di Ubuntu tinggall gunakan software Firestarter. Kalo belum terinstal gunakan buka terminal ketikan apt-get install firestarter.

Jalankan Firestarter ikuti saja wizzardnya, pilih koneksi internetnya dari Eth0 dan jaringan lokalnya dari Eth1.

Test browsing di Clientnya…kalo bisa berati berhasil kalo nggak bisa looping lagi until booring running ke proses-proses sebelumnya. Thanks

di Linux ku Ada Windows sama Mikrotik

Dekstopku sekarang begini tampilannya :

Dekstop

Gw pake Ubuntu 7.10 tapi juga bisa menjalankan Windows dan Mikrotik OS secara bersamaan. Nggak pake dualboot atau tripleboot….  Sangat membantu buat oprak oprek mesin karena resiko kecil 😉 . Nggak ribet nggak mesti punya banyak Perangkat. Pake Virtual Box aja. Gratis silakan download di sini. Cara nginstallnya klik aja ke link ini. Yang jelas Virtual Box ditempatku dah jalan dan Stabill banget…