Slide Fleet Management Application untuk Taksi

Berikut adalah slide presentasi Mengenai Fleet Management untuk perusahaan Taxi.

Saya jelaskan di depan Pimpinan PT. Hiba Utama yang mengelola Taxiku Jakarta dan pimpinan PT. Easytrade Indonesia.

Klik disini

Advertisements

Digital Map nge Trend dengan Model ASP (Application Service Provider)

Pendahuluan

Digital map digunakan untuk memvisualisasikan data geografis secara lebih spesifik melului multimedia. Saat ini data-data spasial dapat disimpan seperti halnya model data lainnya kedalam database relasional. Content geospasial digital saat ini tidak hanya digunakan oleh engineer-engineer geologis atau pengguna peta professional tetapi telah meluas pada berbagai macam aplikasi system informasi seperti enterprise system informasi, field services, location base service dan navigasi personal. Sistem yang murah dan mudah dengan tingkat akurasi posisi tinggi menjadi trend kebutuhan saat ini.

Model ASP (Application Service Provider) merupakan model bisnis baru untuk penyedia content peta / map. Streetdirectory Pte Ltd, sebuah perusahaan IT dengan bisnis di Singapura, Malaysia, dan Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang mengembangkan layanan berbasis lokasi untuk internet dan komunitas mobile pada layanan peta digital. ASP model ini memberikan beberapa keuntungan baik bagi provider ataupun clientnya sendiri. ASP akan memberikan efektifitas biaya untuk mendapatkan peta digital yang up to date dan peta digital dengan kemampuan yang powerfull tanpa harus melakukan investasi pada hardware, dan resource yang tinggi. Layanan ini mengintegrasikan database yang dimiliki oleh perusahaan degnan content peta yang dimiliki oleh Streetdirectory.

Pengembangan Market Digital Map

Sebagai sebuah konten elektronik, Digital Map membutuhkan sebuah investasi untuk device dan software. Pada masa pengembangan GIS (Geographic Information System) di tahun 1980 an, Digital Map adalah sesuatu yang sangat mahal dan kompleks dengan system dedicate untuk kelompok professional tertentu yang memberikan kemampuan untuk membuat peta, engineering atau analisis geografis. Hal terpenting adalah mengumpulkan dataset dan dapat terjadi bertahun-tahun. Sekitar lebih dari 50% GIS adalah maslah pengumpulan dataset. Di tahun 1990 an market atas penggunaan peta digital meningkat tajam. Beberapa industry seperti kehutanan, pertanahan, mulai menggunakan Digital Map untuk keperluan perusahaan.Teknologi GIS adalah teknologi yang sangat mungkin digunakan untuk hal itu. Dan berdasarkan subuah survey di eropa bahwa hal yang paling sering digunakan adalah masalah content peta dan datasets (ProGIS 1997). Kemudian munculah GIS desktop yang lebih murah dan mudah dalam penggunaannya sehinggal tidak terlalu dibutuhkan investasi yang besar. Saat ini perkembangan kebutuhan data geografis semikin meluas. Di level enterprise, user membutuhkan GIS pada berbagai DBMS system seperti CRM (Customer Relationship Management), ERP (Enterprise Resource Planning) dan applikasi geospasial yang ready berbasis web pada management data (Salo-Merta, 2002). Kemudian focus perkembangannya adalah pada penggunaan internet dan applikasi pada perangkat mobile.

Small mobile phone seperti PDA, Communicatior, dan Smart phone lainnya telah memberikan kemudahan kepada penggunanya untuk melakukan koneksi ke Internet dan menjalankan applikasi setiap saat dan dimana saja. Muncul tipe layanan real time yang disebut dengan Location Base Service (LBS) yang dapat diakses dengan sangat mudah melalui jaringan mobile. LBS hadir sebagai hasil dari revolusi layanan mobile. Sebagian besar layanan internet mobile adalah layanan berbasis lokasi (LBS)(Virrantaus et al, 2001). Content adalah pusat dari komponen LBS dimana secara umum LBS dapat dibagi menjadi dua kategori yakni : basis data geografis, dan informasi berbasis lokasi yang sering disebut dengan POI data (Point Of Interest). Sebagai contoh, jaringan jalan adalah basis data geografi, dan informasi-informasi mengenai restoran, rumah sakit, bank, ATM, dll merupakan data POI.

Bagi penyedia content hal ini adalah challenges dan pasar baru untuk eContent Peta. Transisi dari peta kertas ke produk digital, dari CD ke layanan online dan dari layanan berbasis lisensi menjadi menjadi ASP merupakan bagian dari perkembangan. Internet memungkinkan terjadinya multichannel untuk melakukan publikasi content dari database.

Model Application Service Provider

Application Servise Provider (ASP) model didefinisikan kepada model bisnis dimana system informasi adalah layanan fundamental yang sepenuhnya atau sebagiannya adalah di outsource kan. Seperti yang dikatakan oleh Krajewski (2001) bahwa ASP memberikan akses kepada sebuah software dan layanan melalui Internet, VPN (Virtual Private Network) atau lease line, dengan menggambarkan phenomenanya sebagai “outsourcing application” atau “hosted applicatiaon” dan “webifying application”.

Streetdirectory – Map Solution Provider untuk berbagai keperluan

Streetdirectory Pte Ltd adalah leading untuk perusahaan GIS di Singapura dan mengembangkan bisnis di Indonesia dan Malaysia. SD memberikan digital map dan advance GIS Solution untuk bisnis dan pelanggan personal. Bussiness portofolio SD diantaranya adalah online mapping solution, online tracking system solution, commerciall mobile solution, GIS solution, map publishing dan layanan-layanan lainnya yang berhubungan dengan produksi peta. Kelebihan dari SD adalah dataset peta milik sendiri, peta yang interaktif, dan dapat di customize oleh user sesuai kebutuhan. Streetdirectory adalah group dari Jobsdb Network sebuah perusahaan IT dengan reputasi Internasional.

Weblocate – Digital Map Online

Streetdirectory secara inovatif mengembangkan layanan berbasisi lokasi untuk internet dan komunitas mobile melalui model ASP.

dbs4

Online Mapping untuk Bank

ASP adalah model bisnis baru bagi penyedia content karena menawarkan beberapa keuntungan baik bagi provider atau pun pelanggan. Keuntungan ASP adalah pada management dan map service.Pada model tradisional pelanggan bertanggung jawab dalam mendapatkan informasi geografis, membeli paket dataset, menjalankan dan administrasi system sendiri dan meng update peta sendiri. Hal ini berbeda dengan ASP mode dimana keuntungan secara teknis, ekonomis, dan management dapat diperoleh.

Konsep Teknis ASP

Konsep teknis ASP secara teknis dapat digambarkan seperti gambar berikut :

aspKonsep Teknis ASP

Model ASP memiliki tiga komponen layer yakni, Layer Komponen, layer ASP, dan front end layer. Layer komponen terdiri dari software provider dan content provider. Sebagai service provider SD mengintegrasikan berbagai content dari format yang berbeda-beda menjadi satu layanan dan system informasi. Layer ASP adalah layer yang berada di tengah yang memungkinkan client untuk menggunakan layanan peta. Dan layer yang terakhir adalah front end layer merupakan portal client yang diakses oleh end user melaui browser.

Online Vehiche Tracking System

Geographic Information System (GIS) memberikan kemudahan bagi kita untuk menganalisa data secara geografis. Salah satu pengembangan GIS adalah integrasi dengan GPS (Global Positioning System) dan Mobile Communication (GSM Network). Dengan teknologi ini maka kita dapat melakukan monitoring terhadap perangkat seperti kendaraan atau lainnya secara real time berbasis lokasi. Secara umum system tracking memiliki dua kategori komponen yakni :
1. Perangkat elektronik yang di install pada kendaraan.
2. Software Applikasi pemetaan yang digunakan sebagai pusat control.

arsitektur

Arsitektur Standard Sistem Tracking

Perangkat elekronik yang di install pada kendaraan adalah berupa GPS tracker yang terhubung secara elektronis dengan system kendaraan. Disini fungsi utama GPS adalah menerima sinyal lokasi dari satelit kemudian melalui jaringan GSM (GPRS) ditransmisikan ke Pusat Kontrol untuk ditampilkan pada applikasi peta. Selain itu perangkat ini juga dapat berfungsi untuk memantau fungsi kendaraan seperti kecepatan kendaraan, bahan bakar, penguncian pintu, bahkan sampai pada pengendalian mesin kendaraan.

Contoh GPS Tracker :
IntelliTrac X1

x1

Spesifikasi :

Fitur : Mendapatkan Posisi, tracking, journey logging, geo fencing, remote output control, main power alarm, power management

Hardware : dimensi 90 mm x 66 mm x 30 mm, berat :130 gr, GPS receiver 12 channel, Datum WGS 84, Powersource 8 – 30V DC

Periperal : GPS receiver, GSM receiver, i/o power cable, RS 23

Software Applikasi pemetaan digunakan di pusat control sebagai pengendali system. Posisi kendaraan dapat ditampilkan secara interaktif pada peta digital. Tidak hanya itu system ini dapat merekam semua pergerakan yang dilakukan oleh kendaraan, membuat laporan berbasis lokasi seperti jarak, kecepatan yang ditempuh dan penggunaan bahan bakar. Bahkan input / perintah seperti lock windows dan mematikan mesin kendaraan dapat dilakukan dari pusat control.trace

Digital Map di Pusat Kontrol

Tentunya system seperti ini akan sangat berguna untuk memantau efektifitas kinerja personil di lapangan terutama bagi perusahaan perusahaan armada seperti taksi dan distribusi logistik. Semua aktivitas kendaraan dapat diketahui dan dikontrol dari pusat kendali sehingga mampu membantu management menentukan kebijakan yang berhubungan dengan lokasi. Tidak hanya itu system ini merupakan ramuan yang sangat mujarab untuk mencegah kendaraan dari pencurian. Di banyak Negara termasuk Indonesia system ini digunakan oleh perusahaan asuransi untuk mengurangi biaya premi asuransi yang disebabkan oleh pencurian kendaraan sehingga kerugian perusahaan asuransi akan berkurang.
Sistem tracking online seperti ini sudah dapat dilakukan di Indonesia. Salah satu perusahaan yang penyedia system ini adalah PT Streetdirectory Indonesia dengan pengalaman implementasi Tracking System di Singapura, Malaysia dan Australia. Tertarik dengan sistem seperti ini, klik link berikut untuk informasi lebih detail :

http://test.street-directory.com/downloads/corporate/trace%20master.pdf

Username : corporate

Password : sdcorp

Mobile GIS

mgisTeknologi GIS (Geographic Information System) mengalami perkembangan yang sangat pesat. Diantaranya adalah Mobile GIS dimana GIS yang tadinya hanya digunakan di dalam lingkungan kantor menjadi semakin fleksibel dan mampu digunakan di luar kantor secara mobile. Mobile GIS dapat digunakan untuk menangkap, menyimpan, update, manipulasi, analisa dan menampilkan informasi geografi secara mudah. Mobile GIS mengintegrasikan salah satu atau lebih teknologi berikut :

  • Perangkat Mobile
  • Global Positioning System (GPS)
  • Wireless communication untuk mengakses Internet GIS.

Biasanya proses mengumpulan dan editing data menghabiskan banyak waktu dan sering terjadi kesalahan. Data geographic biasanya diperoleh dari lapangan melalui lembaran-lembaran peta. Proses editing dilakukan secara manual dengan cara memasukkannya kedalam database GIS. Hasilnya data menjadi tidak uptodate dan tidak akurat.

Dengan teknologi Mobile GIS memungkinkan GIS dapat langsung diimplementasikan dilapangan sebagai peta digital, mobile computer sehingga informasi dapat di tambahkan secara real time ke database dan applikasinya, mempercepat analisis, display, dan pengambilan keputusan dengan data yang uptodate dan akurat.

Pemadam kebakaran, kepolisian, engineering, surveyor, tentara, pekerja sensus, biologist, dan lainnya adalah pengguna yang paling tepat bagi Mobile GIS. Mobile GIS dapat digunakan untuk hal-hal seperti berikut :

1. Pemetaan Lapangan : Membuat, edit, dan penggunaan peta dilapangan

2. Inventori Asset : Membuat dan maintain lokasi inventori asset dan informasi lainnya.

3. Inspeksi : Mengelola digital record seperti logal code dan ticketing.

4. Laporan Kecelakaan : Dokumentasi lokasi dan keadaan pada sebuah kejadian untuk mengambil tindakan atau pelaporan

5. GIS analis dan pengambilan keputusan : Melakukan pengukuran, buffering, geoprocessing, dan analisis GIS lainnya.

Chameleon WebGIS Framework

Artikel ini mengenalkan sebuah tools yang digunakan untuk mempermudah membangun applikasi pemetaan WebGIS dengan webserver yakni Chameleon.

MapServer digunakan sebagai pengembang applikasi pemetaan berbasis web yang dikembangkan oleh Universitas Minnesota. Team pengembang software tersebut menggunakan pendekatan Open Source sehingga software tersebut dapat diperoleh secara gratis, bebas dipergunakan, dimodifikasi dan didistribusikan. MapServer menjadi sebuah applikasi CGI executeable yang dapat digunakan dengan Web Server.

MapServer juga memberikan API (Application Programming Interface) yang disebut dengan Mapscript, sehingga seorang programmer dapat melakukan modifikasi pada peta. Dengan Mapscript dimungkinkan adanya pengembangan fungsi pemetaan dengan menggunakan bahasa pemrograman yang berbeda. Hanya saja sebagian besar dari pengembang applikasi WebGIS bukan seorang programmer. Untuk dapat membangun applikasi pemetaan berbasis web dengan MapServer dibutuhkan beberapa skill diantaranya adalah :

  1. Web Server management

  2. Mapping server management (seperti membuat file *.map pada Mapserver)

  3. Desain grafis /layout interface (HTML)

  4. Interaction Programming (seperti PHP dan Javascript)

  5. Menyiapkan data

Chameleon sebagai sebuah produk dari Open Source yang dibangun dengan bahasa pemprograman PHP. Chameleon memberikan akses yang sederhana ke beberapa fitur yang hanya bisa diakses dalam MapScript dimana telah disediakan sebuah script yang telah jadi sebagai komponen yang dapat di gunakan. Dengan Chameleon seorang yang bukan programmer memunkinkan untuk memasukan komponen pada applikasi webGis.

Pengenalan Chameleon

Chameleon adalah framework yang dapat digunakan dengan baik pada webGis. Dapat digunakan secara berdampingan atau full integrated dengan dengan Mapserver berdasarkan spesifikasi yang ditentukan oleh Open Geospatial Consortium (OGC). Gambar berikut mengilustrasikan konfigurasinya :

Gambar 1. Konfigurasi Chameleon yang digunkan dengan MapServer

DM Solution Group (Ottawa, Canada) adalah pengembang komponen yang re-usedable pada Chameleon. Komponen-komponen yang dikembangkan tersebut membangun Chameleon Framework.

Menggunakan Fungsi Chameleon

Chameleon terdiri lebih dari 300 script PHP yang memberikan fungsi dan akses “widgets” pada WebGIS. Kita tidak mesti mengetahui bagaimana script ini bekerja karena dibangun dengan PHP MapScript jadi disini kita dapat dengan mudah memberikan HTML tag. Sebagai contoh penggunaan HTML Tag seperti melakukan desain untuk menambahkan peta, scalebar, legend, query tool, printing tools dan applikasi-aplikasi lainnya.

Pengembang applikasi yang menggunakan Chameleon dapat melakukannya hanya dengan menambahkan Tag pada halaman HTML. Cara seperti ini disebuat dengan CWC2 tag sebuah konfigurasi untuk komponen client WebGIS. Penggunaan Tags ini memberikan metode yang sederhana dalam menambahankan sebuah halaman pada applikasi web. Gambar berikut ini menunjukan beberapa kode yang ada pada widget.

Gambar 2. Contoh kontent yang ada pada Widgets

Berikut ini juga beberapa contoh tag yang di letakkan pada file HTML :

Main map image :

Legend dengan kontrol layer visibility:

Scalebar :

Masing-masing tag memasukan parameter untuk melakukan modifikasi fungsi pada widgets. Ada lebih dari 100 widget yang dapat digunakan sebagian besar merupakan tools dan opsi yang dapat digunakan disisi user. Diantaranya adalah :

  1. ExpressionBuilder – untuk membangun fiter data.

  2. CatalogSearch – untuk mencari layanan OGC catalog

  3. MapSize – untk mengubah ukuran peta

  4. ProjectionSelector – untuk mengubah proyeksi peta

  5. PrintProduction – untuk menghasilkan file grafic print

Yang Dibutuhkan Saat Instalasi

Chameleon dapat di install dengan mudah pada banyak platform khususnya jika menggunakan file binary/paket Mapserver. Mapserver for Windows (MS4W) memiliki paket chameleon lengkap dengan contoh-contohnya. FOSS GIS Suite (FGS) merupakan installer untuk Linux yang juga telah menyediakan beberapa modul termasuk didalamnya adalah Chameleon. Kedua contoh paket yang disebutkan tadi telah termasuk didalamnya applikasi Web Server dan fungsi-fungsi PHP dan PHP mapscript yang siap digunakan.

Bekerja dari Contoh Applikasi

Chameleon telah menyedikan beberapa contoh applikasi yang siap dijalankan, biasanya menggunakan file PHP dengan terlebih dahulu memperhatikan beberapa setting berikut :

  1. Dimana lokasi file sistem chameleon berada

  2. File *.map digunakan untuk penggambar fitur atau untuk mengakses data

  3. Apakah file template HTML digunakan untuk layer.

Web desainer bisa hanya memfokuskan pada layout web dan tampilan webnya. Pengembang Applikasi Geospasial memfokuskan pada management tampilan peta dan interaksi dengan komponen, dan pemrosesan data sehingga dapat ditampilkan pada applikasi.

Tampilan Standart

Chameleon memiliki default skin yang terdiri dari beberapa tombol yang menggunakan CSS (cascaded style sheet). Web Desainer bisa saja menambahkan tombolnya sendiri. Gambar berikut ini menggambarkan tampilan websites berbasis Chameleon.

Gambar 3. Applikasi ini dikembangkan dengan Chameleon oleh PeopleGIS

Gambar 4. Applikasi yang dikembangkan dengan Chameleon oleh MapItOut

Interaktif Tools

Chameleon memberikan beberapa interaktif tools seperti dragging tools, zoom level dan lainnya. Kita tidak perlu melakukan setting pada Javasript ataupun pada komponen DHTML karena sudah terintegrasi dengan Chameleon. Ada beberapa keuntungan yang didapat menggunkan Chameleon :

  1. komponen yang re-usedable. Template atau widget yang di modifikasi dapat digunakan pada applikasi Chameleon yang lainnya.

  2. Advanced fitur seperti pencarikan kode pos, labelling, mengubah ukuran peta, printing, query dan lainnya.

  3. Siklus pengembangan yang singkat. Dengan memahami chameleon kita dapat membuat sebuah site dengan cepat.

Referensi :

1. Tyller Mitchell, Chameleon Web Mapping Framework, 2005

2. Tyller Mitchell, Web Mapping Illustration, 2005

Menggunakan MS4W

Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya bahwa applikasi MapServer dapat dijalankan di Windows salah satunya dengan menggunakan sebuah paket applikasi yang disebut dengan MS4W. Download aplikasi MS4W di situs http://maptools.org. Jika menggunakan framework chameleon pilih versi 1.x (ms4w1.6) karena untuk MS4W versi 2.x menggunakan PHP5 yang tidak disupport dengan baik oleh Chameleon (chemeleon v 2.4.1). Setelah di download misalnya ms4w_1.6, selanjutnya extract isinya ke hardisk misalnya di D:\ (root saya di D karena pake dual boot) dan akan dibuat secara otomatis folder D:\ms4w. Kemudian eksekusi apache-install.bat. Ini adalah program untuk menjalankan service apache. Apache bawaan MS4W adalah Apache versi 2.0.50. Jika di Komputer sebelumnya sudah terinstall Apache atau webserver lain seperti IIS sebaiknya di uninstall terlebih dahulu atau di non aktifkan melalui Control Panel seperti berikut :

Buka browser dan ketikkan http://localhost kemudian akan muncul tampilan seperti berikut :

Jika proses instalasi masih gagal periksa kegagalannya pada log yang ada di D:\ms4w\Apache\logs.

PHP Mapscript

Ada sedikit konfigurasi yang dilakukan untuk mengaktifkan PHP/MapScript. Edit file php.ini yang berada di D:\ms4w\Apace\cgi-bin\php.ini kemudian tambahkan baris berikut pada Dynamic Extensions :

extension=php_mapscript_44.dll

Kemudian restart service apache dengan mengeksekusi apache-restart.bat.

Untuk memriksa instalai PHP/MapScript buat script PHP berikut

<? php

echo ms_GetVersion( ) ;

?>

Simpan script tersebut dengan nama msinfo.php dan simpan di lokasi D:\ms4w\Apache\htdocs. Kemudian eksekusi script tadi melalui browser dengan mengetikan http://localhost/msinfo.php jika berhasil maka akan muncul tampilan seperti berikut :

MapLab dan Chameleon

MapLab digunakan untuk mempermudah membangun applikasi WebGis. Applikasi ini bisa di download di http://maptools.org/maplab/ untuk download maplab 2.2.1 klik disini. Maplab menggunakan Java applet ROSA jadi membutuhkan Java Runtime Environtment (http://www.maptools.org/rosa/). Download file j2re-1_4_2_06-windows-i586-p.exe.

Download chameleon_ms4w-2.4.1-20060906.zip dan maplab_ms4w-2.2.1.zip. Kemudian install JRE install dengan opsi Typical.

Setelah JRE terinstall ekstrak file yang ada di chameleon_ms4w-2.4.1-20060906 di lokasi D:\ms4w\apps, juga di D:\ms4w\httpd.d dan D:\ms4w\apache\htdocs. Kemudian buka browser dan ketikkan http://localhost/maplab

Tahapan untuk instalasi MS4W selesai…

Install MapServer

Mapserver dapat dijalankan pada banyak platform Sistem Operasi. Ada beberapa Sistem Operasi dan prosesor yang dapat menjalankan Mapserver dengan baik. Beberapa Sistem Operasi tersebut adalah :

  • RedHat/SuSe/Debian/Mandrake Linux, versi 6 sampai 9

  • Solaris

  • Mac OS X

  • Vmware yang dijalankan di Windows dan Linux seperti Virtual Box

  • FreeBSD

  • SCO Open Server

  • SGI IRIX

  • Windows 2000, XP, 98, 95

Kecepatan prosesor minimal 120 MHz dengan memori paling tidak 64 MB.

Mandapatkan File Binary MapServer

Windows

MapServer menyediakan Paket file Binary untuk digunakan pada Sistem Operasi keluaran Microsoft. Paket file tersebut disimpan dalam bentuk kompres file dan dapat didownload pada websites MapServer (http://mapserver.gis.umn.edu/win32binaries.html) atau di MapTools.org di link berikut http://dl.maptools.org/dl.

Khusus MapTools.org ini memberikan paket yang mudah untuk digunakan dan sangat dianjurkan bagi yang baru ingin memulai MapServer menggunakan Windows. Paket di sini disebut dengan MapServer For Windows (MS4W) dapat didownload lokasi ini http://maptools.org/ms4w/ . MS4W ini dikembangkan oleh DM Solutions Group di Ottawa Canada. Sebuah perusahaan yang melibatkan diri dalam mengembangan, implementasi, dan support teknologi MapServer. Paket MS4W merupakan file ZIP yang sangat mudah digunakan karena satu paket dengan Apache Web Server. Tidak perlu banyak konfigurasi untuk menginstallnya cukup ekstrak file ZIP tersebut di hardisk misalnya C:\. Secara otomatis akan dibuat subfolder C:\MS4W\. Untuk memulai aplikasi webserver klik file exe Apache dari C:\ms4w\apache\bin\apache.exe. Buka browser masuk ke http://localhost kita akan disambut dengan halaman selamat datang ke MS4W. Artinya bahwa apache sudah aktif dan dan berjalan dengan baik. Komponen-komponen yang ada pada MS4W (MapServer For Windows) adalah :

Komponen

Gambaran

Apache

Web Server

PHP

Script

mapserv.exe

MapServer CGI program

php-mapscript.dll

PHP/ MapScript libraries

proj.exelcs2cs.exe

Utiliti dan libraries PROJ.4 proyeksi

shp2img.exelshptree.exelscalebar.exe

Utiliti MapServer command line

ogr2ogr.exelogrinfo.exeloggrtindex.exe

Utiliti OGR command line

Linux binary

Projectnya dikenal dengan Free Open Source Software GIS Suite (FGS) yang dapat dilihat di http://maptools.org/fgs/. Project ini memberikan paket-paket yang dibutuhkan seperti file binaries, libraries, dan file-file lain yang mendukung applikasi FGS. Applikasi-apliksi tersebut didesain untuk dapat bekerja dalam lingkungan Apache, PHP, dan MapServer. Ada sekitar empat Distro Linux yang memasukan MapServer sebagai applikasinya yakni :

DebianGIS

Applikasi GIS dengan support MapServer yang dikembangkan berdasarkan Distro dengan basis Debian dapat dilihat pada http://pkg-grass.alioth.debian.org/cgi-bin/wiki.pl

HostGIS

Applikasi ini memasukan MapServer, PostGIS, PHP, Phyton, Perl, dan beberapa standard Applikasi GNU/Linux. Applikasi ini bebasis distro Slackware Linux dapat dilihat di http://hostgis.com/linux.html

STARCD

Applikasi GIS berbasis pada distro Mandrake Linux yang mempaketkan MapServer, QGIS, dan applikasi GIS lainnya seperti GRASS GIS. Dapat dilihat di http://rslultra.star.ait.ac.th/~yann/starcd/.

GIS-Knoppix

Applikasi GIS yang berbasis pada distro Knoppix Linux. Dapat dilihat pada http://www.sourcepole.com/sources/software/gis-knoppix/.

Versi Linux RPM

File dalam bentuk RedHat Package Manager dapat diperoleh pada bebersa websites. Berikut adalah beberapa diantaranya :

LinGIS

LinGIS adalah paket RPM yang di khususkan untuk Suse. Dapat dilihat di http://lingis.org

Mapping Hack untuk Fedora

Merupakan file RPM yang dikhususkan untuk distro Fedora dapat dilihat di http://mappinghacks.com/rpm/.

Versi Debian Linux

Untuk paket MapServer versi file debian (.deb) dapat di lihat repository nya di http://agrogeomatic.educagri.fr/debian/.

Mac OS X

Instalasi paket MapServer untuk Mac OS X dapat dilihat di http://www.serverlogistics.com/mapserver.php. Informasi lebih lanjut juga dapat di lihat di link berikut http://webpages.charter.net/kyngchaos/macosx/mapservinstall.html.

Meng-Compile Source Code MapServer

Sebagai software opensource MapServer memungkinkan bagi kita untuk melakukan modifikasi source code sesuai dengan keinginan kita dan baru kemudian melakukan compile sendiri. Tapi jika ‘sulit’ melakukan modifikasi sendiri kita bisa saja langsung meng compile filenya dari source code. Berikut ini akan dicontohkan melakukan compile MapServer menggunakan Linux. Tools dan perintah dijalankan pada command line atau shell consule. Untuk beberapa Sistem Operasi lain tergantung dari tools yang digunakan pada Sistem Operasi tersebut. Disini diasumsikan dengan menggunakan compiler C seperti GCC dan tools configurasi seperti autoconf dan automake.

Download

Surce code yang dapat di download pada MapServer websites adalah di link http://mapserver.gis.umn.edu/dload.html. Setelah paket tersebut selesai di download maka ekstrak atau unzip isi file tersebut disini menggunakan perintah tar :

# tar -xzvf mapserver-4.4.0.tar.gz

File yang di Unzip akan membuat struktur subfolder yang berisi semua kode. Masuk kedirektori tersebut dan lakukan konfigurasi.

Konfigurasi Source

Dibutuhkan konfigurasi untuk mengkompile program MapServer. Diperlukan tahap persiapan untuk melakukan kompilasi source code. Disini kita menggunakan program configure tanpa menyebutkan beberapa pilihan dan menggunakan setting default. Jalankan perintah configure seperti pada contoh dibawah ini :

# ./configure

loading cache ./config.cache

checking for gcc… (cached) gcc

checking whether the C compiler (gcc ) works… yes

checking whether the C compiler (gcc ) is a cross-compiler… no

checking whether we are using GNU C… (cached) yes

checking whether gcc accepts -g… (cached) yes

checking for c++… (cached) c++

checking whether the C++ compiler (c++ ) works… yes

checking whether the C++ compiler (c++ ) is a cross-compiler… no

….

checking where PNG is installed…

checking for png_init_io in -lpng… no

PNG (libpng) library cannot be found, possibly needed for GD

checking where libXpm is installed…

checking for XpmFreeXpmImage in -lXpm… no

XPM (libXpm) library cannot be found, possibly needed for GD

checking where libiconv is installed…

checking for libiconv_open in -liconv… no

libiconv library cannot be found, possibly needed for GD

checking for GD 2.0.12 or higher…

checking for gdImageSetAntiAliased in -lgd… yes

using libgd 2.0.12 (or higher) from system libs

(-L/usr/lib -lgd -ljpeg -lfreetype -lz ).

….

checking whether we should include PROJ.4 support…

PROJ.4 support not requested.

checking whether we should include thread safe support…

thread safe support disabled.

checking whether we should include ESRI SDE support…

ESRI SDE support not requested.

checking whether we should compile in MPATROL support…

MPATROL support not requested.

checking whether we should include OGR support…

OGR support not requested.

checking if GDAL support requested… no

checking if PostGIS support requested… no

checking if MyGIS support requested… no

checking if OracleSpatial support requested… no

checking if MING/Flash support requested… no

checking whether we should include WMS Server support…

OGC WMS Compatibility not enabled (PROJ.4 is required for WMS).

checking whether we should include WFS Server support…

OGC WFS Server support not requested.

checking whether we shou install/erase scriptlets from package(s)

ld include WMS Client Connections support…

OGC WMS Client Connections not enabled (PROJ.4 and libcurl required).

checking whether we should include WFS Client Connections support…

OGC WFS Client Connections not enabled (PROJ.4, libcurl and OGR required).

….

updating cache ./config.cache

creating ./config.status

creating Makefile

Melakukan Kompilasi

Setelah proses konfigurasi selesai maka kita dapat memulai melakukan kompilasi program. Untuk melakukan kompilasi gunakna perintah make. Setelah menjalankan make kita akn melihat beberapa informasi pada layer. Setelah proses kompilasi selesai dan tidak ditemukan adanya pesan kesalahan maka kita akan kembali ke command prompt. Berikut ini adalah contoh mencompile dengan proses make.

# make

gcc -c -O2 -Wall -DIGNORE_MISSING_DATA -DUSE_TIFF -DUSE_JPEG -DUSE_GD_PNG

-DUSE_GD_JPEG -DUSE_GD_WBMP -DUSE_GD_FT -I/usr/include maptemplate.c -o maptemplate.o

gcc -c -O2 -Wall -DIGNORE_MISSING_DATA -DUSE_TIFF -DUSE_JPEG -DUSE_GD_PNG

-DUSE_GD_JPEG -DUSE_GD_WBMP -DUSE_GD_FT -I/usr/include mapbits.c -o mapbits.o

[ *………80+ lines removed………..* ]

gcc -O2 -Wall -DIGNORE_MISSING_DATA -DUSE_TIFF -DUSE_JPEG -DUSE_GD_PNG

-DUSE_GD_JPEG -DUSE_GD_WBMP -DUSE_GD_FT -I/usr/include sortshp.o

-L. -lmap -lgd -L/usr/lib -lgd -ljpeg -lfreetype -lz -ltiff -ljpeg

-lfreetype -lz -ljpeg -lm -lstdc++ -o sortshp

touch mapscriptvars

pwd > mapscriptvars

echo -DIGNORE_MISSING_DATA -DUSE_TIFF -DUSE_JPEG -DUSE_GD_PNG

-DUSE_GD_JPEG -DUSE_GD_WBMP -DUSE_GD_FT >> mapscriptvars

echo -I. -I/usr/include >> mapscriptvars

echo -L. -lmap -lgd -L/usr/lib -lgd -ljpeg -lfreetype -lz -ltiff -ljpeg

-lfreetype -lz -ljpeg -lm -lstdc++ >> mapscriptvars

echo >> mapscriptvars

gcc -c -O2 -Wall -DIGNORE_MISSING_DATA -DUSE_TIFF -DUSE_JPEG -DUSE_GD_PNG

-DUSE_GD_JPEG -DUSE_GD_WBMP -DUSE_GD_FT -I/usr/include tile4ms.c -o tile4ms.o

gcc -O2 -Wall -DIGNORE_MISSING_DATA -DUSE_TIFF -DUSE_JPEG -DUSE_GD_PNG

-DUSE_GD_JPEG -DUSE_GD_WBMP -DUSE_GD_FT -I/usr/include tile4ms.o

-L. -lmap -lgd -L/usr/lib -lgd -ljpeg -lfreetype -lz -ltiff -ljpeg

-lfreetype -lz -ljpeg -lm -lstdc++ -o tile4ms

#

Setelah kompilasi selesai maka lakukan instalasi dengan menggunakan perintah make install seperti pada contoh dibawah ini :

# make install

***** MapServer Installation *****

To install MapServer, copy the ‘mapserv’ file to your web server’s cgi-bin

directory.

If you use MapScript then see the documentation for your specific MapScript

version for installation instructions.

Perintah make akan menghasilkan file mapserv executable. Kita dapat mencoba file mapserv executable dengan menambahkan parameter –v seperti pada contoh dibawah ini :

# ./mapserv -v

MapServer version 4.4.0 OUTPUT=PNG OUTPUT=JPEG OUTPUT=WBMP

SUPPORTS=FREETYPE INPUT=TIFF INPUT=JPEG INPUT=SHAPEFILE

Contoh diatas menunjukan beberapa format input dan output data yang dipilih saat melakukan instalasi. Kita dapat menjalankan mapserv dengan mengetikan perintah ./mapserv tanpa memberikan parameter –v seperti pada contoh berikut :

# ./mapserv

This script can only be used to decode form results and

should be initiated as a CGI process via a httpd server

atau menjalankan program mapserv melalui browser dengan mengetikan perintah berikut :

http://localhost/cgi-bin/mapserv

akan muncul tampilan seperti berikut pada browser :

Tampilan seperti diatas menunjukan bahwa mapserv telah berhasil di install dan berjalan dengan baik.