Online Shooping dengan Concierge Service

Setelah tiga bulan melakukan soft launching di Singapura sejak July 2010 Uclick2buy.com telah +90% siap untuk terjun ke dunia online shooping yang sebenarnya. Uclick2buy.com sebenarnya adalah project kedua kami untuk urusan e-commerce dengan model concierge service. Sebelumnya pada desember 2008 kami mengembangkan Finmall.com. Project ini muncul dari ide orang singapore (EMER Asia) yang menawarkan sistem online shooping sebagai bentuk dari pengembangan model bisnis sebuah perusahaan Logistic. Konseptor sebenarnya beliau dan kami adalah developernya. Bagaimanakah online shooping dengan model Concierge Service?

Concierge berasal dari bahasa francis sebenarnya adalah istilah untuk pekerjaan bagi yang tinggal di sekitar hotel atau apartemen dan bertugas untuk mengurusi properti umum yang ada pada hotel atau apartemen tersebut. Sebuah portal online shooping concierge service tidak jauh seperti itu. Uclick2buy.com mengurusi orang-orang Singapura yang ingin berbelanja produk produk yang ada pada Merchant2 di Amerika Serikat. Cukup dengan memberikan informasi produk apa yang akan di beli kemudian uclick2buy akan membelikan atas nama mereka (melalui agen) dan menjamin barang akan tiba sampai pada tujuan yang benar.

Tujuannya adalah memberikan kemudahan bagi komunitasnya untuk berbelanja sehingga akan menghemat waktunya untuk mendapatkan gaya hidup yang modern. Layanan yang diberikan mulai dari merekomendasikan produk yang akan dibeli, mengabarkan infomasi diskon, memesan produk yang diinginkan oleh pelanggan, mengubungi agen, menjadwalkan pengiriman belanjaan, mengirimkan barang sampai pada tujuannya dengan baik.

Untuk kenyamanan transaksi jangan di ragukan, uclick2buy kami lengkapi dengan Sertifikat SSL (secure socket layer) sehinggal transaksi online dijamin keamanannya.

Rencananya uclick2buy akan memberikan layanan yang sama untuk Filipina, China, dan India.

Advertisements

Bill Gates Pensiun

Bill Gates memutuskan untuk pensiun pada 27 Juni 2008 dari Microsoft setelah lebih dari 33 tahun mengembangkan bisnisnya dengan penuh kontroversi. Inovasi dan pemikiran dari seorang Bill Gates memang sangat luar biasa. Disini banyak orang ingin mengetahui bagaimana jadinya Microsoft tanpa seorang Bill Gates. Bill Gates adalah pendiri sekaligus pengembang Microsoft hingga menjadi seperti sekarang ini sehingga dia menjadi salah satu sosok seorang IT yang memiliki intelektual dan kreativitas nomor wahid di dunia. Sekarang Bill Gates akan menghabiskan waktunya pada sebuah yayasan yang didirikan bersama istri dan keluarganya yakni Bill & Melinda Gates Foundation.

Bill Gates dikenal sebagai sosok yang mampu mendongkrak secara signifikan industri komputer di dunia dengan program PC (Personal Computer) untuk setiap rumah. Awalnya dianggap mustahil namun nyatanya dia bisa menyujudkan hal itu dengan Microsoftnya. Tetapi selama 33 tahun pengabdiannya di Microsoft dia dikenal sebagai seorang pebisnis yang monopolis.

Karier Bill Gates

Dimulai pada tahun 1980, Gates mengembangkan sebuah sistem operasi yang dikenal dengan nama QDOS. IBM sebuah perusahaan besar industri perangkat komputer membayar hak cipta penelitian yang dibuat oleh Gates dan memberi nama sistem operasinya dengan nama MS-DOS. MS-DOS di applikasikan pada semua perangkat komputer yang diproduksi oleh IBM walhasil DOS yang selanjutnya berkembang menjadi WIndows tersebar keseluruh penjuru dunia dengan cepat. Selanjutnya Gates mengembangkan software-software lainnya sembari membeli lisensi dari produk-produk yang dianggap sebagai saingannya dengan tujuan mendominasi pasar di dunia IT. Microsoft juga sering mengklaim bahwa source code Windows telah dimanipulasi oleh beberapa kompetitornya. Semua adalah ide dan strategi yang mainkan oleh Bill Gates untuk tetap memegang kendali industri IT dunia.

Sekarang Microsoft berjalan tanpa Bill Gates. Apakah kejayaan Microsoft akan berakhir seiring semakin kuatnya kompetitor bagi Microsoft saat ini.

Referensihttp://www.toptechnews.com/

http://www.microsoft.com/presspass/exec/billg/bio.mspx

http://en.wikipedia.org/wiki/Bill_Gates

GIS dan para Pengambil Keputusan

Pengambilan Keputusan dalam sebuah Organisasi diperoleh dari proses input (masukan), proses, dan output seperti pada gambar di berikut :

Gambar 1. General System dalam pengambilan keputusan

Dalam artikel ini akan dijelaskan bagaimana peranan GIS (Geographic Information System) sebagai sebuah tools dan metode dalam pengambilan keputusan sebuah organisasi.

Ahli ekonomi dari Jepang Fujita [1999] mengatakan bahwa saat ini adalah era spasial ekonomi yang memperhatikan dimana dan kapan sebuah aktivitas ekonomi dilakukan. Pemimpin sebuah bisnis harus mampu mengakomodasi pendistribuasian geografis industri yang dimiliki dengan memanfaatkan infomasi-informasi spasial dalam menentukan keputusan. Penambahan penggunaan data membutuhkan sebuah tools dan metode baru. GIS merupakan solusi untuk permasalahan tersebut. Akan tetapi penggunaan GIS menjadi sebagai sebuah tools dan metode dalam pengambilan keputusan membutuhkan sebuah input yang berkulitas, akurat, relevan, untuk mendapatkan hasil / keluaran yang juga berkualitas dan actionable. Sebuah keputusan yang diambil dari GIS harus mampu menghasilkan opsi-opsi yang kreatif, mengidentifikasi dan mengkuantifikasi kriteria kriteria evaluasi, mengembangkan secara sebab akibat antara opsi dengan kriteria evaluasi, juga melakukan analisa terhadap opsi dan kriteria-kriteria evaluasi yang inginkan. Sebelumnya telah ditemukan sebuah metoda yang disebut dengan Management Information System (MIS). GIS sebenarnya adalah subclass dari MIS yang dikembangkan secara lebih inovatif sehingga memberikan keuntungan kompetitif bagi para pengambil keputusan dalam memecahkan berbagai permasalahan yang beragam. Beberapa keuntungan dari GIS adalah :

  • Memungkinkan pengambil keputusan untuk melakukan analisa dan mengkorelasikan kegiatan operasional organisasi mereka secara spasial.

  • Menanamkan pola pikir (mindset) kepada para pengambil keputusan bahwa spasial dan geospasial adalah faktor penting khususnya :

    • Membantu pengambil keputusan untuk memperoleh bentuk alternatif dari sebuah data.

    • Membantu pengambil keputusan untuk mencari alternative sumber data.

    • Membantu pengambil keputusan untuk menggunakan geoscience seperti remote sensing menjadi sebuah inovasi dalam pengumpulan dan pemrosesan data dalam bisnis.

    • Membantu pengambil keputusan untuk mengevaluasi kembali proses pengambilan keputusan dengan alternative pertimbangan dari GIS.

GIS dengan kemampuan geospasialnya memudahkan para pengambil keputusan untuk mengasosiasikan berbagai tipe data dan sumber data yang dimiliki. GIS mampu melakukan analisa dengan tingkat ketelitian yang lebih baik terhadap data penjualan sebuah produk sesuai dengan tempat dan waktu yang diasosiasikan dengan lokasi produksi, lokasi distribusi dan jaringan, titik transportasi dan link, juga berdasarkan demand pelanggan secara spasial. Gambar dibawah ini menunjukan bagaimana input data dari berbagai tipe data digunakan.

Gambar 2. Aspek Data Geospasial pada GIS

Gambar 3. Data issue pada analisis bisnis

Data pada GIS dan Data Bisnis diberikan dalam beberapa tipe dan bentuk. Untuk GIS tipe data yang digunakan adalah tipe raster, vector, elevasi, spectral, textual, dan tipe structural (tipe data dalam bentuk table). Data bisnis juga diperoleh dari beberapa bentuk namun yang paling sering dijumpai biasanya dalam bentuk program spreadsheet atau non structural data berupa grafik presentasi. Data-data seperti ini juga dapat dilakukan dalam analisa GIS.

Seperti telah disebutkan bahwa data dalam beberapa bentuk : vector, raster, grid elevasi, textual, dan spectral. Bentuk presentasi data menjadi hal penting karena sebagian besar pengambil keputusan tidak asing lagi dengan file-file spreadsheet, database, dan pengolahan kata. Keakuratan sebuah data ditentukan oleh bagaimana data tersebut di dapatkan. Akurasi bisa saja content, horizontal, vertical, spectral, radiometik dan lokasional. Gambar 2 dan 3 adalah hubungan antara model pengambilan keputusan dengan data-data yang diperlukan untuk mengambil keputusan. Seorang pengambil keputusan (manager) dan seorang analist harus selalu mengetahui data-data yang telah dimiliki, dan data yang perlukan untuk melakukan analisis. Gambar 4 penyertaan data geospasial dalam proses pengambilan keputusan menambah keyakinan dan kepuasan dalam memutuskan suatu persoalan.

Gambar 4. Kombinasi Geospasial dan Data Bisnis

Referensi Bacaan :

  1. Subhasish Dasgupta, George Wahington University, USA, 2005

  2. M. Pilouk, Spatial Data Modeling, Springer, 2007

Manjadi sebuah Team

LazioTeam adalah kata dan konsep yang sudah sangat dikenal oleh banyak orang. Namun sebenarnya sangat sulit menterjemahkan artian Team dalam implementasinya. Dalam permainan Sepak Bola kerjasama Team menjadi salah satu dari Strategi Jitu pelatih. Sebuah tim sepak bola terdiri dari sebelas orang pemain yang dikelompokan menjadi Penjaga Gawang, Defender, Gelandang, dan Penyerang. Setiap pemain memiliki fungsi di posisi masing-masing dengan satu tujuan dalam pertandingan yakni kemenangan. Real Madrid sebuah Team besar yang nyaris tanpa gelar sejak tahun 2003 s/d 2006. Permasalahannya jelas yakni tidak ada kerjasama team. Cara terbaik untuk memahami Team adalah dengan melihat Team itu sendiri. Sebuah Team terdiri dari beberapa orang dengan kemampuan dan individu masing-masing. Kemampuan individu ini harus dapat dioptimalkan oleh seorang pemimpin team atau Team Leader. Team yang sebenarnya adalah adanya komintmen bersama terhadap maksud, tujuan, dan pendekatan. Kemampuan seorang anggota team sangat mempengaruhi komitment anggota team yang lain. Ternyata membentuk suatu Team yang solid bukan suatu pekerjaan yang mudah. Perlu tahapan-tahapan yang kompleks dan waktu sebagai salah satu variabel penentunya.

Team Focus

Membuat sebuah Team dapat dimulai dari membentuk sebuah Kelompok kecil dengan target tertentu. Ditahapan ini setiap anggota Team cenderung bekerja secara individual dan ingin menonjolkan kemampuan terbaik dari pribadinya. Tidak ditemui adanya kolektivitas dalam bekerja. Setelah tahapan ini dilalui maka Team akan masuk ke fase kritis dimana biasanya akan timbul konflik dalam intenal Team. Konflik ini disebabkan oleh adanya ego dan irdeng (iri dan dengki.red) antar anggota Team. Tahapan ini disebut dengan Pseudu Team. Tahapan ini biasanya juga disebut tahapan filter atau seleksi alam terhadap anggota sebuah Team. Setelah fase ini terlewati maka Potensi Team akan terlihat. Anggota Team sudah mulai memahami karakter masing-masing sehingga terjadi peningkatan performance Team yang signifikan dan ada keinginan dari masing-masing anggota untuk meningkatkan performa. Jika sudah masuk ketahapan ini maka hal ini adalah tahapan yang mengembirakan karena anggota Team sudah memahami dengan baik tujuan, maksud, dan target sebenarnya yang diinginkan Team sehingga kedisiplinan Team akan terbentuk. Tahapan ini membawa ke tahap selanjutnya yakni Real Team. Di Tahapan Real Team masing-masing anggota Team dengan skill yang dimiliki memiliki komitmen yang kuat untuk mencapai target, tujuan, maksud dari pekerjaan Team. Dan ditahapan akhir High Performance Team akan kita dapatkan karena disini setiap anggota Team memiliki komitmen yang sangat dalam akan keberhasilan dan pertumbuhan sebuah Team.

 

Teamate

Akhirnya sebuah Team adalah bekerjasama bukan bekerja bersama-sama. Dengan bekerjasama kita dapat mencapai tujuan bersama yang diinginkan. Seperti kata pepatah “Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh”. MERDEKA!!!! 😉

(charter)

 

 

 

BODOH dan PINTAR

Tulisan ini aku dapet dari Bulletin seorang ‘teman’ :

BODOH dan PINTAR

Ada sesuatu yang menarik, ketika
berdiskusi dengan mereka-mereka pelaku
bisnis di Marketing Leadership Club,
tentang orang bodoh dan orang pinter.
Kira-kira anda termasuk kategori yang
mana ya? Coba kita telaah beberapa
statemen ringan ini:

Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya
dibisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu
dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil
Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.

Orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang tidak
pernah salah untuk memperbaiki yang
salah. Walhasil orang bodoh
memerintahkan orang pintar untuk
keperluan orang bodoh.

Orang pintar belajar untuk mendapatkan
ijazah untuk selanjutnya mendapatkan
kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya
mendapatkan uang untuk membayari
proposal yang diajukan orang pintar.

Orang bodoh tidak bisa membuat teks
pidato, maka disuruh orang pintar untuk
membuatnya.

Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus
sekolah hukum (SH) oleh karena itu orang
bodoh memerintahkan orang pintar untuk
membuat undang-undangnya orang bodoh.

Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual
omongan, sementara itu orang pintar
percaya. Tapi selanjutnya orang pintar
menyesal karena telah mempercayai orang
bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh
sudah ada diatas.

Orang bodoh berpikir pendek untuk
memutuskan sesuatu di dipikirkan
panjang-panjang oleh orang pintar,
walhasil orang orang pintar menjadi
staffnya orang bodoh.

Saat bisnis orang bodoh mengalami
kelesuan, dia PHK orang-orang pintar
yang berkerja. Tapi orang-orang pintar
DEMO, Walhasil orang-orang pintar
meratap-ratap” kepada orang bodoh agar
tetap diberikan pekerjaan.

Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang
pinter akan menghabiskan waktu untuk
bekerja keras dengan hati senang,
sementara orang bodoh menghabiskan waktu
untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

Mata orang bodoh selalu mencari apa yang
bisa di jadikan duit. Mata orang pintar
selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri
(Ford), Thomas Alfa Edison, Tommy
Suharto, Liem Siu Liong (BCA group).
Adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah
dapat S1) yang kaya. Ribuan orang-orang
pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan
ribu jiwa keluarga orang pintar
bergantung pada orang bodoh.