GIS dan para Pengambil Keputusan

Pengambilan Keputusan dalam sebuah Organisasi diperoleh dari proses input (masukan), proses, dan output seperti pada gambar di berikut :

Gambar 1. General System dalam pengambilan keputusan

Dalam artikel ini akan dijelaskan bagaimana peranan GIS (Geographic Information System) sebagai sebuah tools dan metode dalam pengambilan keputusan sebuah organisasi.

Ahli ekonomi dari Jepang Fujita [1999] mengatakan bahwa saat ini adalah era spasial ekonomi yang memperhatikan dimana dan kapan sebuah aktivitas ekonomi dilakukan. Pemimpin sebuah bisnis harus mampu mengakomodasi pendistribuasian geografis industri yang dimiliki dengan memanfaatkan infomasi-informasi spasial dalam menentukan keputusan. Penambahan penggunaan data membutuhkan sebuah tools dan metode baru. GIS merupakan solusi untuk permasalahan tersebut. Akan tetapi penggunaan GIS menjadi sebagai sebuah tools dan metode dalam pengambilan keputusan membutuhkan sebuah input yang berkulitas, akurat, relevan, untuk mendapatkan hasil / keluaran yang juga berkualitas dan actionable. Sebuah keputusan yang diambil dari GIS harus mampu menghasilkan opsi-opsi yang kreatif, mengidentifikasi dan mengkuantifikasi kriteria kriteria evaluasi, mengembangkan secara sebab akibat antara opsi dengan kriteria evaluasi, juga melakukan analisa terhadap opsi dan kriteria-kriteria evaluasi yang inginkan. Sebelumnya telah ditemukan sebuah metoda yang disebut dengan Management Information System (MIS). GIS sebenarnya adalah subclass dari MIS yang dikembangkan secara lebih inovatif sehingga memberikan keuntungan kompetitif bagi para pengambil keputusan dalam memecahkan berbagai permasalahan yang beragam. Beberapa keuntungan dari GIS adalah :

  • Memungkinkan pengambil keputusan untuk melakukan analisa dan mengkorelasikan kegiatan operasional organisasi mereka secara spasial.

  • Menanamkan pola pikir (mindset) kepada para pengambil keputusan bahwa spasial dan geospasial adalah faktor penting khususnya :

    • Membantu pengambil keputusan untuk memperoleh bentuk alternatif dari sebuah data.

    • Membantu pengambil keputusan untuk mencari alternative sumber data.

    • Membantu pengambil keputusan untuk menggunakan geoscience seperti remote sensing menjadi sebuah inovasi dalam pengumpulan dan pemrosesan data dalam bisnis.

    • Membantu pengambil keputusan untuk mengevaluasi kembali proses pengambilan keputusan dengan alternative pertimbangan dari GIS.

GIS dengan kemampuan geospasialnya memudahkan para pengambil keputusan untuk mengasosiasikan berbagai tipe data dan sumber data yang dimiliki. GIS mampu melakukan analisa dengan tingkat ketelitian yang lebih baik terhadap data penjualan sebuah produk sesuai dengan tempat dan waktu yang diasosiasikan dengan lokasi produksi, lokasi distribusi dan jaringan, titik transportasi dan link, juga berdasarkan demand pelanggan secara spasial. Gambar dibawah ini menunjukan bagaimana input data dari berbagai tipe data digunakan.

Gambar 2. Aspek Data Geospasial pada GIS

Gambar 3. Data issue pada analisis bisnis

Data pada GIS dan Data Bisnis diberikan dalam beberapa tipe dan bentuk. Untuk GIS tipe data yang digunakan adalah tipe raster, vector, elevasi, spectral, textual, dan tipe structural (tipe data dalam bentuk table). Data bisnis juga diperoleh dari beberapa bentuk namun yang paling sering dijumpai biasanya dalam bentuk program spreadsheet atau non structural data berupa grafik presentasi. Data-data seperti ini juga dapat dilakukan dalam analisa GIS.

Seperti telah disebutkan bahwa data dalam beberapa bentuk : vector, raster, grid elevasi, textual, dan spectral. Bentuk presentasi data menjadi hal penting karena sebagian besar pengambil keputusan tidak asing lagi dengan file-file spreadsheet, database, dan pengolahan kata. Keakuratan sebuah data ditentukan oleh bagaimana data tersebut di dapatkan. Akurasi bisa saja content, horizontal, vertical, spectral, radiometik dan lokasional. Gambar 2 dan 3 adalah hubungan antara model pengambilan keputusan dengan data-data yang diperlukan untuk mengambil keputusan. Seorang pengambil keputusan (manager) dan seorang analist harus selalu mengetahui data-data yang telah dimiliki, dan data yang perlukan untuk melakukan analisis. Gambar 4 penyertaan data geospasial dalam proses pengambilan keputusan menambah keyakinan dan kepuasan dalam memutuskan suatu persoalan.

Gambar 4. Kombinasi Geospasial dan Data Bisnis

Referensi Bacaan :

  1. Subhasish Dasgupta, George Wahington University, USA, 2005

  2. M. Pilouk, Spatial Data Modeling, Springer, 2007

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s