Manjadi sebuah Team

LazioTeam adalah kata dan konsep yang sudah sangat dikenal oleh banyak orang. Namun sebenarnya sangat sulit menterjemahkan artian Team dalam implementasinya. Dalam permainan Sepak Bola kerjasama Team menjadi salah satu dari Strategi Jitu pelatih. Sebuah tim sepak bola terdiri dari sebelas orang pemain yang dikelompokan menjadi Penjaga Gawang, Defender, Gelandang, dan Penyerang. Setiap pemain memiliki fungsi di posisi masing-masing dengan satu tujuan dalam pertandingan yakni kemenangan. Real Madrid sebuah Team besar yang nyaris tanpa gelar sejak tahun 2003 s/d 2006. Permasalahannya jelas yakni tidak ada kerjasama team. Cara terbaik untuk memahami Team adalah dengan melihat Team itu sendiri. Sebuah Team terdiri dari beberapa orang dengan kemampuan dan individu masing-masing. Kemampuan individu ini harus dapat dioptimalkan oleh seorang pemimpin team atau Team Leader. Team yang sebenarnya adalah adanya komintmen bersama terhadap maksud, tujuan, dan pendekatan. Kemampuan seorang anggota team sangat mempengaruhi komitment anggota team yang lain. Ternyata membentuk suatu Team yang solid bukan suatu pekerjaan yang mudah. Perlu tahapan-tahapan yang kompleks dan waktu sebagai salah satu variabel penentunya.

Team Focus

Membuat sebuah Team dapat dimulai dari membentuk sebuah Kelompok kecil dengan target tertentu. Ditahapan ini setiap anggota Team cenderung bekerja secara individual dan ingin menonjolkan kemampuan terbaik dari pribadinya. Tidak ditemui adanya kolektivitas dalam bekerja. Setelah tahapan ini dilalui maka Team akan masuk ke fase kritis dimana biasanya akan timbul konflik dalam intenal Team. Konflik ini disebabkan oleh adanya ego dan irdeng (iri dan dengki.red) antar anggota Team. Tahapan ini disebut dengan Pseudu Team. Tahapan ini biasanya juga disebut tahapan filter atau seleksi alam terhadap anggota sebuah Team. Setelah fase ini terlewati maka Potensi Team akan terlihat. Anggota Team sudah mulai memahami karakter masing-masing sehingga terjadi peningkatan performance Team yang signifikan dan ada keinginan dari masing-masing anggota untuk meningkatkan performa. Jika sudah masuk ketahapan ini maka hal ini adalah tahapan yang mengembirakan karena anggota Team sudah memahami dengan baik tujuan, maksud, dan target sebenarnya yang diinginkan Team sehingga kedisiplinan Team akan terbentuk. Tahapan ini membawa ke tahap selanjutnya yakni Real Team. Di Tahapan Real Team masing-masing anggota Team dengan skill yang dimiliki memiliki komitmen yang kuat untuk mencapai target, tujuan, maksud dari pekerjaan Team. Dan ditahapan akhir High Performance Team akan kita dapatkan karena disini setiap anggota Team memiliki komitmen yang sangat dalam akan keberhasilan dan pertumbuhan sebuah Team.

 

Teamate

Akhirnya sebuah Team adalah bekerjasama bukan bekerja bersama-sama. Dengan bekerjasama kita dapat mencapai tujuan bersama yang diinginkan. Seperti kata pepatah “Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh”. MERDEKA!!!!😉

(charter)

 

 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s