nge Blog yuk…

Blog lagi trend saat ini. Blog sebenarnya hasil corat-coret seseorang tentang apa saja. Kalau dulu orang menuliskan kisah hidupnya di Buku Harian, disimpan dibawah bantal dan dibaca disaat-saat ingin dibaca. Maka Buku Harian di “hari gini” sudah lebih sedikit canggih yakni dengan memanfaatkan teknologi informasi dan internet. Dengan semakin berkembangnya internet maka kita pun dapat dengan mudah mengakses ‘buku harian’ kita dimanasaja, dan kapan saja. Jadi Blog sebenarnya = Anda. Anda (saya, kamu, ente, sodara) artinya Blog adalah diri sendiri. Kalau anda Guru maka Blog = Guru, ketika Anda Presiden maka Blog = Presiden, ketika Anda Peneliti maka Blog = Peneliti, ketika Anda Hacker maka Blog = Hacker. Orang yang nge Blog di sebut Blogger. Salah besar kalo Blogger = Hacker. Mungkin benar kalo salah satu Blogger = Hacker.

Ketika ngisi sebuah workshop Linux di salah satu SMA Negeri di Kota Rantauprapat saya ditanya oleh salah seorang guru, “bagaimana sih pak cara buat blog”. Ya gampang aja, tinggal daftar di WordPress misalnya trus di isi blognya. Apa semudah itu ? Memang seperti itu. Untuk bisa nge Blog nggak mesti ngerti bahasa pemrograman web seperti PHP, HTML, Javascript, CSS, dll bahkan untuk desainnya pun nggak mesti punya ilmu web desainer seperti Photoshop, Corel, atau Macromedia. Karena di Blog ada yang namanya CMS (Content Management System) yang membantu Blogger merancang layout, atribut, fasilitas, dan contentnya. Sangat sederhana dan sangat mudah dipelajari. Sekarang apa yang mau diisi di Blog. Kembali keatas? isinya bisa apa saja, siapa saja tergantung yang punya blog namanya juga catatan pribadi. Bisa pengalaman pribadi, puisi, ayat-ayat cinta, karya ilmiah, teknologi, agama dan keyakinan, bahkan kritik terhadap seseorang pun seharusnya ‘Bebas’-bebas aja. Internet ditemukan di Amerika Serikat sebuah negara demokrasi yang memegang teguh kebebasan berekspresi.

‘Bebas’ disini dalam artian :

1. Menuliskan sumber asli sebuah posting kalau diambil dari referer.

2. Tidak membuat ambiguitas penulisan dengan posting di tempat lain.

3. Menggunakan tata bahasa yang sopan, baik, dan benar.

4. Tidak memberikan informasi yang menyesatkan.

5. Isi dengan hal-hal yang positif.

Yuk kita nge Blog. Kita perbaiki citra Blogger dimata orang-orang yang memandang buruk Blogger.

Advertisements

Manjadi sebuah Team

LazioTeam adalah kata dan konsep yang sudah sangat dikenal oleh banyak orang. Namun sebenarnya sangat sulit menterjemahkan artian Team dalam implementasinya. Dalam permainan Sepak Bola kerjasama Team menjadi salah satu dari Strategi Jitu pelatih. Sebuah tim sepak bola terdiri dari sebelas orang pemain yang dikelompokan menjadi Penjaga Gawang, Defender, Gelandang, dan Penyerang. Setiap pemain memiliki fungsi di posisi masing-masing dengan satu tujuan dalam pertandingan yakni kemenangan. Real Madrid sebuah Team besar yang nyaris tanpa gelar sejak tahun 2003 s/d 2006. Permasalahannya jelas yakni tidak ada kerjasama team. Cara terbaik untuk memahami Team adalah dengan melihat Team itu sendiri. Sebuah Team terdiri dari beberapa orang dengan kemampuan dan individu masing-masing. Kemampuan individu ini harus dapat dioptimalkan oleh seorang pemimpin team atau Team Leader. Team yang sebenarnya adalah adanya komintmen bersama terhadap maksud, tujuan, dan pendekatan. Kemampuan seorang anggota team sangat mempengaruhi komitment anggota team yang lain. Ternyata membentuk suatu Team yang solid bukan suatu pekerjaan yang mudah. Perlu tahapan-tahapan yang kompleks dan waktu sebagai salah satu variabel penentunya.

Team Focus

Membuat sebuah Team dapat dimulai dari membentuk sebuah Kelompok kecil dengan target tertentu. Ditahapan ini setiap anggota Team cenderung bekerja secara individual dan ingin menonjolkan kemampuan terbaik dari pribadinya. Tidak ditemui adanya kolektivitas dalam bekerja. Setelah tahapan ini dilalui maka Team akan masuk ke fase kritis dimana biasanya akan timbul konflik dalam intenal Team. Konflik ini disebabkan oleh adanya ego dan irdeng (iri dan dengki.red) antar anggota Team. Tahapan ini disebut dengan Pseudu Team. Tahapan ini biasanya juga disebut tahapan filter atau seleksi alam terhadap anggota sebuah Team. Setelah fase ini terlewati maka Potensi Team akan terlihat. Anggota Team sudah mulai memahami karakter masing-masing sehingga terjadi peningkatan performance Team yang signifikan dan ada keinginan dari masing-masing anggota untuk meningkatkan performa. Jika sudah masuk ketahapan ini maka hal ini adalah tahapan yang mengembirakan karena anggota Team sudah memahami dengan baik tujuan, maksud, dan target sebenarnya yang diinginkan Team sehingga kedisiplinan Team akan terbentuk. Tahapan ini membawa ke tahap selanjutnya yakni Real Team. Di Tahapan Real Team masing-masing anggota Team dengan skill yang dimiliki memiliki komitmen yang kuat untuk mencapai target, tujuan, maksud dari pekerjaan Team. Dan ditahapan akhir High Performance Team akan kita dapatkan karena disini setiap anggota Team memiliki komitmen yang sangat dalam akan keberhasilan dan pertumbuhan sebuah Team.

 

Teamate

Akhirnya sebuah Team adalah bekerjasama bukan bekerja bersama-sama. Dengan bekerjasama kita dapat mencapai tujuan bersama yang diinginkan. Seperti kata pepatah “Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh”. MERDEKA!!!! 😉

(charter)

 

 

 

Komentar ku di Publish

Kemarin siang pas aku baru habis nge post “Undang Undang Cyberlaw Made In Indonesia”, hpku berdering, kode areanya dari Jakarta, kirain si Novan, ato si Erma (temen-temen qw yang masih tercecer di Jakarta)., ato mbak Dini (ehm..ehm yang dulu) yang nelp, tapi Ternyata mas-mas, wartawan katanya dari Suara Pembaharuan. Bah… kaget juga jarang-jarang nih wartawan dari jakarta nelp gw. Biasanya juga wartawan lokal kayak Bang Fajar dari Medan Bisnis / Labuhanbatunews, ato paling jauh dari Waspada medan. Tapi nggak apa-apa, mas ini nanyain komentar saya mengenai UU ITE yang baru di sahkan DPR itu. Ya gamblang aja gw jawab sesuai sepengetahuan yang gw tau dan opini menurut hati nurani saya yang paling dalam. Agak kurang enak juga sih komentarnya… ya akhirnya dipublish juga tu di harian Suara Pembaharuan edisi hari ini (27 Maret) . Sayang Korannya nggak nyampe sini mas. Tp Gpp bisa baca di webnya kok. Cuma timbul juga kekhawatiran jangan-jangan blog ku nantinya di Black List nih…karena momennya pas banget sama kejadian web depkominfo yang di Hack oleh Hacker (bukan Blogger loh mas hehehe…) apa lagi judul tulisan di korannya itu UU ITE menuai Perlawanan PEMERINTAH DI LECEHKAN HACKER ditambah lagi adanya ancaman dari Bapak Roy Suryo. Kalo diblack list oleh temen-temen blogger lainnya NGGAK MUNGKIN la wong senasip sepenangungan (sama-sama terancam dengan UU ITE)…tapi kalo yang ngeblack list POLISI gimana ? Tapi setelah aku inget-inget Draft UUITE yang kubaca semalam (kemarin.red) ternyata bukan Cyber Polisi kayak di Luar negeri kok yang nangkapin malah PNS …wah nggak apa-apa ding… Kalo disini PNS mah temen semua, jadi disimpulkan relatif AMAN.

Apa Blogger = Hacker ???

komix.gif

Iseng-iseng cari referensi tentang tanggapan para pakar tentang UU ITE yang baru di sah kan. Betapa terkejutnya daku ketika membaca kolom Kompas edisi 25 Maret 2008 yang mengulas pernyataan seorang pakar Telematika Indonesia Yth Bpk. Roy Suryo. berikut petikannya :

“Sedangkan di bagian hilir, pemerintah harus meningkatkan pendidikan terhadap masyarakat, sehingga dalam diri masyarakat muncul perlawanan yang menentang segala tindakan yang merugikan masyarakat seperti penyebaran pornografi dan informasi yang menyesatkan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa meski telah memiliki undang-undang, yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan ada perlawanan dari para ’blogger’ dan ’hacker’ yang biasanya akan mengganggu sistem pemblokiran tersebut.”

Beliau ini sepertinya kalau melihat sesuatu masalah dari jelek nya dulu baru baiknya. Kenapa sih mati-matian membela pemblokiran situs porno. Sebenarnya cara seperti ini bukan cara terbaik untuk mendidik moral anak bangsa. Saya setuju dengan Pendapat Pakar sebenarnya Pak Budi Raharjo, beliau mengatakan TIDAK SETUJU dengan pemblokiran Situs porno. Kenapa? Karena moral dimulai dari pendidikan dan pembinaan yang baik. Kata Iwan Fals jangan urusi moral orang lain tapi urusi dulu moral sendiri.

Yang anehnya lagi Roy Suryo menyamakan Blogger dengan Hacker. Dimana hubungannya ? bingung euy? Roy Suryo ternyata masih nggak ngerti apa itu Blogger, apa itu Hacker. Dan bahkan terkesan memberikan image negatif kalo Blogger dan Hacker adalah Penjahat. Wah wah piye to mas? Pak SBY punya Blog, Pak Amin Rais Punya Blog, Barrack Obama punya Blog, Budi Raharjo punya blog, hampir semua orang baik-baik punya blog. Cuma Roy Suryo yang nggak punya blog.

Undang Undang Cyberlaw made in Indonesia

Akhirnya setelah melalui perjalanan panjang Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE) di sah kan juga oleh DPR. RUU ITE sebenarnya sudah di ajukan oleh Depkominfo sejak Juli 2005. Entah kenapa kok bisa lama sekali pengesahannya. Mungkin memang seninya di DPR begitu ya… Nggak afdol kalo nggak ngejelimet. Hanya saja pro dan kontra mucul juga, kenapa karena kalo kita baca undang-undangnya itu malah bingung lo, Ini yang buat ngerti IT nggak ya? Situs porno mesti di blokir. Boleh jadi itu hasil bagus katanya untuk moral anak bangsa, apa iya? Ada pasal-pasal tertentu yang sepertinya bisa dijadikan senjata bagi para politikus yang anti di kritik. Seperti pasal 27 ayat 3 :

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

Wah bahaya kan? Kebebasan ekspresi di Internet jadi di kebiri. Sama seperti eranya Orde Lama dan Orde

Baru. Kemudian di Pasal 34 menyatakan :

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum memproduksi, menjual, mengadakan untuk digunakan, mengimpor, mendistribusikan, menyediakan, atau memiliki:
a. perangkat keras atau perangkat lunak Komputer yang dirancang atau secara khusus dikembangkan untuk memfasilitasi perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 33;
b. sandi lewat Komputer, Kode Akses, atau hal yang sejenis dengan itu yang ditujukan agar Sistem Elektronik menjadi dapat diakses dengan tujuan memfasilitasi perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 33.
(2) Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bukan tindak pidana jika ditujukan untuk melakukan kegiatan penelitian, pengujian Sistem Elektronik, untuk perlindungan Sistem Elektronik itu sendiri secara sah dan tidak melawan hukum.

Nah disini “KAMU KETAUAN” nggak ngerti IT nya? Berarti pengguna Software software seperti sniffer, network tracer, script2 (PHP injection), keylogger, bisa kena penjara… Wah mati ni orang-orang IT Indonesia. Nggak bakalan ada deh Ahli-ahli IT lagi nantinya.

Undang -Undang nya udah rampung tapi jelas sekali masih banyak kerancuan dan kekurangan di dalamnya. Mudah-mudahan kekurangan ini bisa diperbaiki kedepannya oleh Bos-bos kita diDPR.

Dowload UU ITE

Dowload Naskah Akademik RUU ITE