Tips GRUB

SETTING WINDOWS Sebagai Default (yang waras ngalah…)

Pada proses booting, program yang dijalankan pertama kali setelah proses POST (Power On Self Test) selesai adalah GRUB. Anda sudah tahu GRUB itu apa? GRUB singkatan dari GRand Unified Bootloader, yaitu program kecil yang menampilkan pilihan sistem operasi pada saat proses booting.

GRUB sangat berguna apabila kita menginstall lebih dari satu sistem operasi pada satu komputer, misalnya Microsoft Windows XP dan Linux Ubuntu. Istilah kerennya adalah dual booting.

Biasanya default sistem operasi pada menu GRUB adalah Linux Ubuntu. Istilah “default” disini artinya adalah sistem operasi yang akan dijalankan secara otomatis apabila kita tidak memilih sistem operasi lain pada daftar menu GRUB.

Kita bisa mengubah nilai default pada menu GRUB tersebut. Misalnya kita ingin agar Windows XP menjadi default sistem operasi. Bagaimana caranya?

Kita hanya perlu mengedit file konfigurasi GRUB. Di Linux Ubuntu, file konfigurasi tersebut bisa ditemukan di /boot/grub/menu.lst. Edit konfigurasi tersebut dengan editor favorit Anda, misalnya gedit.

Pertama, jalankan Linux Ubuntu seperti biasanya hingga proses startup selesai.

Tekan kombinasi tombol Alt+F2 untuk menampilkan kotak dialog Run Application. Setelah itu ketikkan “gksudo gedit /boot/grub/menu.lst” (tanpa tanda petik) pada form isian yang tersedia.

Perintah gksudo di atas dipakai karena Anda harus memakai account root agar bisa mengubah konfigurasi GRUB tersebut.

Selanjutnya perhatikan baris seperti di bawah ini pada file tersebut.

## default num
[several lines beginning with ‘#’ are here omitted for sake of brevity]
default 0

Angka 0 setelah kata “default ” adalah nomor urut sistem operasi. Angka ini yang harus kita ubah agar mengacu ke sistem operasi Windows XP.

Pada Linux Ubuntu entri sistem operasi yang termuat di GRUB sedikitnya ada tiga, yaitu proses boot biasa, recovery mode, dan memory testing. Lihat contoh entri di bawah ini.

title Ubuntu, kernel 2.6.15-26-386
root (hd0,1)
kernel /boot/vmlinuz-2.6.15-26-386 root=/dev/hda1 ro quiet splash
initrd /boot/initrd.img-2.6.15-26-386
savedefault
boot

title Ubuntu, kernel 2.6.15-26-386 (recovery mode)
root (hd0,1)
kernel /boot/vmlinuz-2.6.15-26-386 root=/dev/hda1 ro single
initrd /boot/initrd.img-2.6.15-26-386
boot

title Ubuntu, memtest86+
root (hd0,1)
kernel /boot/memtest86+.bin
boot
Setelah ketiga entri di atas barulah entri sistem operasi lain, misalnya Windows XP.

title Windows XP
rootnoverify (hd0,0)
makeactive
chainloader +1

Berdasarkan entri di atas kita mengetahui bahwa Windows XP nomor urut entrinya adalah 3 (nomor dimulai dari 0). Oleh karena itu kita ubah defaultnya menjadi 3. Setelah itu simpan perubahan tersebut.

Nah jika Anda boot ulang, maka default sistem operasi akan menunjuk ke Windows XP

SETTING TIME OUT MENU
Jika kita menginstall Linux dan Windows di satu komputer dengan GRUB sebagai bootloader-nya, saat booting akan muncul tampilan menu pilihan sistem operasi. Menu tersebut akan ditampilkan selama waktu tertentu, biasanya 10 detik. Hal ini ditandai dengan counter yang menunjukkan nilai waktu tersebut.

Setelah nilai waktu tersebut terlewati GRUB akan menjalankan sistem operasi default-nya. Kita bisa mengubah setting timeout tersebut melalui file konfigurasi GRUB.

Caranya sebagai berikut:

Pertama, jalankan sistem operasi Ubuntu seperti biasanya hingga proses startup selesai.

Tekan kombinasi tombol Alt+F2 untuk menampilkan kotak dialog “Run Application“. Setelah itu ketikkan “gksudo gedit /boot/grub/menu.lst” (tanpa tanda petik) di form isian yang tersedia.

Perintah gksudo di atas dipakai karena Anda harus memakai account root agar bisa mengubah konfigurasi GRUB tersebut.

Selanjutnya cari entri seperti di bawah ini pada file konfigurasi tersebut.
## timeout sec
# Set a timeout, in SEC seconds, before automatically booting the default entry
# (normally the first entry defined).
timeout 10

Angka setelah kata “timeout” menunjukkan berapa lama menu GRUB akan ditampilkan pada saat booting. Satuannya adalah detik. Kita bisa mengubah nilai waktu tersebut sesuai dengan keinginan kita.

Misalnya kita ubah timeout-nya menjadi 5 detik, sehingga konfigurasi tersebut sekarang menjadi seperti ini:

## timeout sec
# Set a timeout, in SEC seconds, before automatically booting the default entry
# (normally the first entry defined).
timeout 5

Simpan perubahan tersebut dan restart komputer kita. Nah saat booting counter pada tampilan menu GRUB akan mulai dijalankan dari angka 5.

Selamat mencoba.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s