Kiat Memilih Distro Linux

Ketika Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu versi 0.02, sistem operasi tersebut hanya dapat menjalankan shell bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler). Saat ini, Linux adalah sistem UNIX yang sangat lengkap, bisa digunakan untuk jaringan (networking), software development, dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari.

Linux bisa diperoleh dari distribusi-distribusi yang cukup terkenal seperti Redhat, Debian, Fedora, Ubuntu, openSuSE, dan lain-lain.

Distro-distro tersebut ada yang bisa diperoleh secara gratis, ada pula yang dijual dengan harga yang cukup murah. Anda bisa melihat daftar lengkap distro-distro tersebut di www.distrowatch.com.

Kernel yang digunakan pada masing-masing distribusi itu sama-sama Linux, perbedaannya hanya pada paket-paket aplikasi yang disertakan, sistem penyusunan direktori, init-style, dan beberapa hal kecil lainnya.

Pada umumnya user bingung untuk menentukan mana distribusi Linux yang akan dipakai. Setiap distribusi Linux mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu kita harus jeli dalam menentukan pilihan distro mana yang akan kita gunakan.

Ada 5 hal yang bisa dijadikan pertimbangan dalam memilih distribusi Linux yang tepat, terutama bagi user pemula, yaitu:

1. Spesifikasi Komputer

Anda mungkin pernah mendengar bahwa Linux bisa dijalankan di komputer “tua”. Pada beberapa kasus hal tersebut memang benar. Artinya komputer tersebut dipakai untuk melakukan tugas-tugas tertentu saja, misalnya untuk router, proxy, dan firewall.

Untuk menjalankan aplikasi yang berat (berbasis GUI, misalnya OpenOffice) diperlukan komputer dengan spesifikasi hardware yang cukup tinggi dan kapasitas memori yang cukup besar.

2. Fungsi dan Kegunaan Komputer

Komputer yang akan diinstall Linux akan dipakai untuk komputer desktop, workstation, atau untuk server. Jika dipakai untuk server, pilihlah distribusi yang dioptimasi untuk keperluan tersebut terutama dalam hal setting sekuritinya.

Sedangkan apabila dipakai untuk desktop usahakan memilih distribusi yang fasilitas GUI-nya mudah dipahami dan mudah dipakai.

3. Popularitas Distribusi Linux

Sebaiknya pilih distribusi Linux yang cukup populer. Biasanya distribusi yang populer mempunyai komunitas pendukung/pengguna yang cukup besar. Dengan demikian tersedia cukup banyak dokumentasi dan referensinya.

Selain itu yang terpenting distribusi tersebut selalu up to date. Artinya untuk periode tertentu selalu tersedia versi terbaru dari distribusi tersebut. Versi terbaru biasanya berisi perbaikan-perbaikan dari versi sebelumnya.

4. Kemudahan Instalasi dan Penggunaan

Pertimbangkan juga kemudahan dalam proses instalasi dan penggunaannya. Distribusi-distribusi yang populer biasanya menyediakan mekanisme instalasi berbasis grafis sehingga mudah dipakai.

5. Dukungan Teknis

Idealnya setiap beberapa bulan sekali penyedia distribusi Linux harus me-release versi terbaru dari distribusi tersebut. Hal ini penting mengingat teknologi komputer berkembang sangat cepat.

Untuk itu pilihlah distribusi Linux yang memiliki dukungan teknis baik, terutama dalam hal ketersediaan versi terbaru.

Selidiki juga apakah tersedia cukup banyak referensi dan dokumentasi tentang distribusi tersebut. Selain itu aktivitas komunitas pendukungnya apakah cukup baik atau tidak.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s