Pemanfaatan IT — Solusi untuk Masalah Distribusi
Manajemen Transportasi bertujuan untuk memberikan cara yang optimal untuk mendistribusikan sumber yang dimiliki ke lokasi / demand berasal. Jika membicarakan transportasi maka akan berkaitan dengan masalah distribusi. Distribusi harus diatur dengan baik sehingga operasional akan menjadi efektif. Efektivitas operasional akan memberikan efisiensi bagi perusahaan yang nantinya mampu menekan biaya sehingga akan berpengaruh dalam menciptakan competitive product.
Pemborosan di transportasi umumnya terdapat pada pos-pos berikut :
1. Penggunaan BBM (Bahan Bakar Minyak)
2. Maintenance Kendaraan
3. Driver (Overtime)
4. Penyalahgunaan kendaraan perusahaan
5. Pengoperasian Kendaraan yang tidak baik
Jika di asumsikan perusahaan menggunakan 10 orang driver dengan gaji per jam Rp.10.000 dan Jam kerja perhari adalah 8 jam (masuk jam 8.00 , break makan siang jam 12.00 s/d jam 13.00 kembali bekerja pada 13.00 sampai 17.00) maka biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan adalah seperti berikut :
| Jumlah Driver | 10 |
| Jumlah Driver | 10 |
| Gaji per Jam | Rp. 10.000 |
| Jam Kerja / hari | 8 |
| Biaya perhari | Rp.800.000 |
| Biaya pe Bulan | Rp. 24.800.000 |
| Biaya per Tahun | Rp. 288.600.000 |
Tapi sebenarnya tidaklah demikian. Walaupun dalam timesheet Driver jam kerja satu hari 8 jam full kenyataannya driver beroperasi jam 08.30, dilanjutkan break makan siang 12.00 s.d 13.30. Kembali bekerja pada 13.30 s/d 16.30. Jam efektif umumnya adalah 6.5 jam. Seharusnya pengeluaran perusahaan adalah seperti berikut :
| Jumlah Driver | 10 |
| Jumlah Driver | 10 |
| Gaji per Jam | 10.000 |
| Jam Kerja per hari | 6.5 |
| Biaya perhari | Rp. 650.000 |
| Biaya pe Bulan | Rp. 19.500.000 |
| Biaya per Tahun | Rp. 234.800.000 |
Terdapat inefisiensi 18,74 %. Bayangkan jika armada dan driver yang dimiliki 100 unit, 1000 unit, atau 10.000 unit. Berapa besar kerugian yang dialami oleh perusahaan.
Jika di lihat dari pemakaian BBM. Tetap dengan asumsi 10 unit kendaraan dengan capaian KM perbulan rata-rata adalah 2.500 dan asumsi pemakaian BBM adalah Rp.1000/Km. maka kita akan mendapatkan perhitungan biaya seperti berikut :
| Jumlah Driver | 10 |
| KM per month/driver | 2500 |
| Biaya bensin / Km | Rp.1000 |
| Biaya per Bulan | Rp.25.000.000 |
| Biaya pe Tahun | Rp.300.000.000 |
Biaya tersebut dapat ditekan dengan mengetahui jalur atau rute yang dilalui oleh kendaraan. Jalur yang efektif akan dapat mengurangi jumlah pemakaian KM setiap bulannya dengan tetap berorientasi pada hasil pencapaian yang sama. Routing yang benar akan mampu memperbaiki jalur yang ditempuh dalam distribusi. Dan 10 % biaya BBM akan dapat ditekan.
Teknologi Informasi dengan Automated Vehichle Tracing System mengatasi masalah Fleet Management..
Teknologi Informasi adalah solusi untuk mendapatkan efisiensi dan efektivitas operasional distribusi. Teknologi ini mensinergikan antara GIS (Geographic Information System), GPS (Global Positioning System) dan Cellular Teknology (GSM).
Bagaimana Cara Kerjanya
Perangkat GPS Tracking di pasang di kendaraan. Perangkat ini berfungsi menerima sinyal satelite GPS untuk mendapatkan lokasi (x,y) di permukaan bumi. Data lokasi (x,y) ini ditransmisikan melalui teknologi GSM ke Server Sistem Pelacak. Di server data lokasi ini di proses di tampilkan kedalam peta digital dan dengan kemampuan GIS (Geographic Information System) dalam dilakukan analisa-analisa lokasi. Data-data lokasi dan informasi lainya dapat di integrasi menjadi sistem yang sangat powerfull dalam menunjang keputusan management. Beberapa kemampuan analisa diantaranya :
1. Analisa zoning / wilayah : mengetahui seberapa banyak frequensi demand per wilayah tertentu.
2. Analisa Delivery : dengan routing modul dapat menganalisa waktu yang diperlukan untuk mencapai lokasi tertentu.
3. Analisa performance driver : merekam semua kegiatan dan aktivitas driver, jalur yang dilalui, waktu perjalanan, kecepatan berkendaraan, dll.
4. Analisa layering, dll.
Selain dari fungsi-fungsi standart Tracking :
1. Emergnecy alert (Keamanan Kendaraan dan driver)
2. Feofencing (Zoning wilayah yang dilalui : Inside, Outside, Enter, Exit)
3. Meremote control mesin kendaraan, alarm kendaraan, bensin, central lock, dll.
4. Waktu dan Kecepatan berkendaraan.
Kesimpulan
IT merupakan tantangan bagi perkembangan teknologi transportasi kedepannya. Implementasi IT akan memberikan efisiensi dan efektifitas operasional pada manajemen transportasi.
Klik sini untuk download Slide


Loading...