Pendahuluan
Mengapa diberi nama firewall? Mungkin itu pertanyaan yang pertama kali muncul ketika membaca artikel tentang keamanan, baik di Win, Linux maupun sistem operasi apa saja. Menurut istilah konstruksi bangunan, firewall adalah sebuah struktur yang dibuat untuk mencegah penyebaran api. Hampir senada dengan istilah awalnya, Firewall bertujuan menjaga LAN dari ”api” akses yang tidak diinginkan dari Internet. Disamping agar pengguna LAN tidak sembarangan mengeluarkan ”api” aksesnya ke Internet. Dengan kata lain firewall dibuat untuk membatasi antara dua dunia (LAN dan Internet).
Firewall yang pertama kali dibuat adalah sebuah mesin Unix yang menjadi perantara antara sebuah LAN dengan Internet. Jika seorang user ingin mengakses Internet maka ia harus login terlebih dahulu ke mesin Unix untuk kemudian mengakses dari situ. Begitu pula ketika seorang user ingin mendownload data dari Internet maka ia harus download terlebih dahulu pada mesin Unix, baru dipindah pada workstation user.
Firewall sendiri terbagi menjadi dua jenis yakni :
1. Filtering Firewalls - yang akan memblok dan melewatkan paket-paket tertentu
2. Proxy Servers - berfung sebagai perantara koneksi
Packet Filtering Firewalls
Packet filter adalah sebuah software yang memeriksa header dari paket ketika paket tersebut lewat, dan memutuskan tindakan apa yang dilakukan terhadap paket tersebut. Apakah paket tersebut di-DROP (misal dengan menghapus paket tersebut), ACCEPT(misal, paket tersebut diteruskan ke tujuannya), atau hal lain yang lebih kompleks.
Pada Linux, packet filtering ditanamkan pada kernel ( sebagai modul kernel, atau digabungkan ke dalam kernel). Penerapan packet filtering sudah cukup lama sejak kernel 1.1. Versi pertamanya, masih banyak mencontoh cara kerja ipfw milik BSD (Sistem Operasi buatan University California atBerkeley), dibuat oleh Alan Cox pada akhir 1994. Berkembang menjadi ipfwadm pada kernel 2.0, ipchains pada kernel 2.2 dan terakhir iptables sejak kernel 2.4.
Packet Filtering Firewalls dengan Iptables
Iptables merupakan paket program yang disertakan secara default oleh banyak distro bersama dengan kernel versi 2.4. Pada iptables nantinya kita akan banyak berhubungan dengan aturanaturan(rules) yang menentukan tindakan apa yang akan dilakukan terhadap sebuah paket. Aturan-aturan ini dimasukan dan dihapus pada tabel packet filtering yang terdapat pada kernel. Sekedar mengingatkan kernel adalah ”jantung” sistem operasi yang terus berada pada memori sejak computer booting hingga komputer dimatikan. Sehingga aturan apapun yang kita tentukan akan hilang pada saat terjadi rebooting, namun demikian terdapat beberapa cara agar aturan-aturan yang telah kita buat dapat di kembalikan pada saat Linux booting, yaitu :
1. Menggunakan perintah iptables-save, untuk menyimpan aturan-aturan yang telah ditentukan dalam sebuah file, dan iptables-restore, untuk memanggil file aturan yang telah dibuat.
2. Meletakannya pada sebuah skrip yang akan berjalan pada saat inisialisasi Linux.
Perjalanan Paket Melintasi Filter
Terdapat tiga daftar aturan pada tabel filter. Daftar-daftar ini disebut ”firewall chains” atau ”chains”. Ketiga chains tersebut adalah INPUT, OUTPUT dan FORWARD. Chains tersebut tersusun kurang lebih sebagai berikut :
Ketika paket melewati salah satu chains (INPUT, OUTPUT atau FORWARD), maka chain akan dilihat untuk menentukan ”takdir” dari paket tersebut. Jika menurut chain paket tersebut harus di DROP maka paket akan dihapus, begitu juga sebaliknya jika menurut chain paket tersebut di- ACCEPT maka paket tersebut akan melanjutkan perjalanannya. Jadi chain sebenarnya merupakan daftar aturan-aturan. Tiap aturan mengatur tindakan apa yang akan dilakukan terhadap sebuah paket berdasarkan header dari paketnya. Jika aturan pertama tidak cocok dengan header paket maka akan dilanjutkan dengan aturan berikutnya, begiru seterusnya. Hingga apabila tidak ada lagi aturan yang sesuai dengan header paket maka kernel akan melihat pada chain policy, yang berisi aturan umum tentang tindakan terhadap suatu paket. Pada kebanyakan sistem, chain policy biasanya akan men-DROP paket tersebut.
Menggunakan iptables
Seperti sudah disebutkan sebelumnya, terdapat tiga chain dasar yaitu:
• INPUT
• OUTPUT
• FORWARD
Untuk memanipulasi chain terdapat beberapa option sebagai berikut :
1. Membuat chain baru (-N)
2. Menghapus chain yang kososng (-X)
3. Mengganti policy untuk chain built-in (-P)
4. Melihat aturan-aturan dari sebuah chain (-L)
5. Menghapus seluruh aturan dari sebuah chain (-F)
6. Mengosongkan paket dan mengeset nol semua aturan pada sebuah chain (-Z)
Terdapat beberapa hal yang dapat kita lakukan sehubungan dengan aturan(rules), yaitu :
1. Menambah aturan baru pada sebuah chain (-A)
2. Memasukkan aturan baru pada posisi tertentu dalam sebuah chain (-I)
3. Mengganti sebuah aturan pada posisi tertentu dalam sebuah chain (-R)
4. Menghapus sebuah aturan pada posisi tertentu, atau aturan pertama yang cocok (-D)
Juga terdapat beberapa parameter berikut, beserta contoh penggunaannya :
Memilih tindakan (-j atau –jump)
Secara garis besar terdapat 3 tindakan terhada suatu paket yaitu, ACCEPT (paket boleh lewat), DROP (paket berhenti / diblok) dan REJECT ( mirip dengan DROP bedanya akan diberitahukan ke alamat IP asal/sumber paket bahwa paket ditolak). Contoh :
# iptables -A INPUT -j DROP
Perintah diatas akan menambahkan aturan ke dalam chain INPUT, dimana semua paket yang ditujukan ke IyaNet akan di-DROP. Untuk menghapus aturan diatas digunakan perintah
# iptables -D INPUT -j DROP
Hasil yang sama juga akan didapatkan dengan perintah
# iptables -D INPUT 1
jika aturan yang dimaksud merupakan aturan pertama.
Memilih peralatan input (-i atau –in-interface) dan memilih peralatan output (-o atau–out-interface)
Parameter ini sangat berguna bila kita memiliki beberapa peralatan masukan dan/atau keluaran, misal kita memiliki 2 kartu jaringan (eth0 dan eth1). Perlu diingat bahwa chain INPUT hanya memiliki peralatan input. Sehingga jika kita menambah parameter -o pada chain INPUT, tidak akan match!. Begitu juga sebaliknya untuk chain OUTPUT. Hanya chain FORWARD saja yang dapat menggunakan kedua parameter.
Contoh :
# iptables -A INPUT -i eth0 -j DROP
Perintah diatas akan men-DROP semua paket yang berasal dari eth0. Contoh penerapan pada chain FORWARD adalah sebagai berikut :
# iptables -A FORWARD -i eth0 -o eth1 -j ACCEPT
Perintah tersebut akan meng-ACCEPT semua paket yang masuk dari eth0 dan akan keluar menuju eth1.
Memilih jenis protokol (-p atau –proto)
Jenis protokol yang sering digunakan diantaranya adalah TCP, UDP dan ICMP.
# iptables -A INPUT -p icmp -j DROP
Dengan perintah diatas maka akan menambahkan aturan ke dalam chain INPUT dimana untuk setiap paket yang datang dan berjenis protokol icmp (contoh : ping), maka paket tersebut akan di-DROP
Memilih sumber/asal paket (-s atau –source) dan memilih tujuan paket (-d atau – destination)
Ada empat cara pendeklarasian sumber atau tujuan paket yaitu :
1. dengan nama domain, misal www.yahoo.com
2. dengan alamat IP, misal 192.168.1.23
3. dengan range alamat berdasarkan most significant bit, misal 212.99.221.0/24
4. dengan range alamat berdasarkan subnet mask, misal 212.99.221.0/255.255.255.0, dimana
hasilnya akan sama dengan no.3.
Contoh :
# iptables -A INPUT -s www.hackers.net -j DROP
Perintah diatas akan menambahkan sebuah aturan ke dalam chain input, dimana semua paket yang berasal dari www.hackers.net akan di-DROP.
Packet Filtering Firewalls dengan Iptables 39
Kebalikan dari (!)
Parameter inversi ini dapat digabungkan dengan parameter sebelumnya, sebagai contoh :
# iptables -A INPUT -s ! www.hackers.net -j ACCEPT
Perintah diatas akan memberikan hasil yang sama dengan contoh perintah sebelumnya, dimana semua nama domain selain www.hackers.net akan di-ACCEPT. Dibawah ini beberapa contoh penggunaan gabungan parameter tersebut diatas
Contoh 1
# iptables -A INPUT -s 178.191.122.45 -p tcp –dport telnet -j DROP
Maksud perintah diatas adalah menambah aturan ke dalam chain INPUT, dimana paket yang berasal dari alamat IP 178.191.122.45 dan berjenis protokol tcp serta memiliki port tujuan (destination port) telnet akan di-DROP. Penggunaan –dport dan –sport (source port atau port tujuan) merupakan perluasan dari penggunaan parameter-p tcp.
Contoh 2
# iptables -A OUTPUT -p tcp –dport telnet -i eth1 -j DROP
Perintah diatas akan menambah aturan ke dalam chain OUTPUT, dimana semua paket yang menggunakan protokol tcp, memiliki port tujuan telnet dan keluar melalui peralatan eth1 akan di-DROP
Contoh 3
# iptables -A INPUT -i eth0 -p tcp –dport ! 80 -j DROP
Aturan diatas berarti semua paket yang datang melalui eth0, menggunakan protokol tcp, dengan alamat tujuan selain port 80 akan di-DROP. Untuk mengetahui nama-nama port beserta nomornya anda dapat melihat file /etc/services.
Peralatan
1. Kompas dan peta topografi
2. Penggaris dan busur derajat
3. Pensil, penghapus, alat tulis
4. GPS, altimeter, klinometer
5. Kaca pantul dan teropong
6. Radio komunikasi (HT)
7. Orinoco PC Card, pigtail dan PCI / ISA adapter
8. Multimeter, SWR, cable tester, solder, timah, tang potong kabel
9. Peralatan panjat, harness, carabiner, webbing, cows tail, pulley
10. Kunci pas, kunci ring, kunci inggris, tang (potong, buaya, jepit), obeng set, tie rap, isolator gel, TBA, unibell
11. Kabel power roll, kabel UTP straight dan cross, crimping tools, konektor RJ45
12. Software AP Manager, Orinoco Client, driver dan AP Utility Planet, firmware dan operating system (NT, W2K, W98 / ME, Linux, FreeBSD + utilitynya).
Survey Lokasi / Site Survey
1. Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dengan GPS dan kompas pada peta
2. Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstructure) sepanjang path
3. Hitung SOM, path dan acessories loss, EIRP, freznel zone, ketinggian antena
4. Perhatikan posisi terhadap station lain, kemungkinan potensi hidden station, over shoot dan test noise serta interferensi
5. Tentukan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternatif seandainya ada kesulitan dalam instalasi
6. Rencanakan sejumlah alternatif metode instalasi, pemindahan posisi dan alat
Pemasangan Konektor
1. Kuliti kabel coaxial dengan penampang melintang, spesifikasi kabel minimum adalah RG 8 9913 dengan perhitungan losses 10 db setiap 30 m
2. Jangan sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro adalah pada permukaan kabel
3. Pasang konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian
4. Solder pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi short
5. Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak mudah bergeser
6. Tutup permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor
7. Lapisi konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau kabel listrik instalasi rumah)
8. Terakhir, tutup seluruh permukaan dengan isolator karet untuk mencegah air
9. Untuk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali
10. Konektor terbaik adalah model hexa tanpa solderan dan drat sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang dengan menggunakan crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet
Pembuatan POE
1. Power over ethernet diperlukan untuk melakukan injeksi catu daya ke perangkat Wireless In A Box yang dipasang di atas tower, POE bermanfaat mengurangi kerugian power (losses) akibat penggunaan kabel dan konektor
2. POE menggunakan 2 pair kabel UTP yang tidak terpakai, 1 pair untuk injeksi + (positif) power dan 1 pair untuk injeksi – (negatif) power, digunakan kabel pair (sepasang) untuk menghindari penurunan daya karena kabel loss
3. Perhatikan bahwa permasalahan paling krusial dalam pembuatan POE adalah bagaimana cara mencegah terjadinya short, karena kabel dan konektor power penampangnya kecil dan mudah bergeser atau tertarik, tetesi dengan lilin atau isolator gel agar setiap titik sambungan terlindung dari short
4. Sebelum digunakan uji terlebih dahulu semua sambungan dengan multimeter
Instalasi Antena
1. Pasang pipa dengan metode stack minimum sampai ketinggian 1st freznel zone terlewati terhadap obstructure terdekat
2. Perhatikan stabilitas dudukan pipa dan kawat strenght, pasang dudukan kaki untuk memanjat dan anker cows tail
3. Cek semua sambungan kabel dan konektor termasuk penangkal petir bila ada
4. Pasang antena dengan rapi dan benar, arahkan dengan menggunakan kompas dan GPS sesuai tempat kedudukan BTS di peta
5. Pasang kabel dan rapikan sementara, jangan sampai berat kabel menjadi beban sambungan konektor dan mengganggu gerak pointing serta kedudukan antena
6. Perhatikan dalam memasang kabel di tower / pipa, jangan ada posisi menekuk yang potensial menjadi akumulasi air hujan, bentuk sedemikian rupa sehingga air hujan bebas jatuh ke bawah
Instalasi Perangkat Radio
1. Instal PC Card dan Orinoco dengan benar sampai dikenali oleh OS tanpa konflik dan pastikan semua driver serta utility dapat bekerja sempurna
2. Instalasi pada OS W2K memerlukan driver terbaru dari web site dan ada di CD utility kopian, tidak diperlukan driver PCMCIA meskipun PNP W2K melakukannya justru deteksi ini menimbulkan konflik, hapus dirver ini dari Device Manager
3. Instalasi pada NT memerlukan kecermatan alokasi alamat IO, IRQ dan DMA, pada BIOS lebih baik matikan semua device (COM, LPT dll.) dan peripheral (sound card, mpeg dll.) yang tidak diperlukan
4. Semua prosedur ini bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit tidak termasuk instalasi OS, lebih dari waktu ini segera jalankan prosedur selanjutnya
5. Apabila terus menerus terjadi kesulitan instalasi, untuk sementara demi efisiensi lakukan instalasi dibawah OS Win98 / ME yang lebih mudah dan sedikit masalah
6. Pada instalasi perangkat radio jenis Wireless In A Box (Mtech, Planet, Micronet dlll.), terlebih dahulu lakukan update firmware dan utility
7. Kemudian uji coba semua fungsi yang ada (AP, Inter Building, SAI Client, SAA2, SAA Ad Hoc dll.) termasuk bridging dan IP Addressing dengan menggunakan antena helical, pastikan semua fungsi berjalan baik dan stabil
8. Pastikan bahwa perangkat Power Over Ethernet (POE) berjalan sempurna
Pengujian Noise
1. Bila semua telah berjalan normal, install semua utility yang diperlukan dan mulai lakukan pengujian noise / interferensi, pergunakan setting default
2. Tanpa antena perhatikan apakah ada signal strenght yang tertangkap dari station lain disekitarnya, bila ada dan mencapai good (sekitar 40 % – 60 %) atau bahkan lebih, maka dipastikan station tersebut beroperasi melebihi EIRP dan potensial menimbulkan gangguan bagi station yang sedang kita bangun, pertimbangkan untuk berunding dengan operator BTS / station eksisting tersebut
3. Perhatikan berapa tingkat noise, bila mencapai lebih dari tingkat sensitifitas radio (biasanya adalah sekitar – 83 dbm, baca spesifikasi radio), misalnya – 100 dbm maka di titik station tersebut interferensinya cukup tinggi, tinggal apakah signal strenght yang diterima bisa melebihi noise
4. Perhitungan standar signal strenght adalah 0 % – 40 % poor, 40 % - 60 % good, 60 % - 100 % excellent, apabila signal strenght yang diterima adalah 60 % akan tetapi noisenya mencapai 20 % maka kondisinya adalah poor connection (60 % - 20 % - 40 % poor), maka sedapat mungkin signal strenght harus mencapai 80 %
5. Koneksi poor biasanya akan menghasilkan PER (packet error rate – bisa dilihat dari persentasi jumlah RTO dalam continous ping) diatas 3 % – 7 % (dilihat dari utility Planet maupun Wave Rider), good berkisar antara 1 % - 3 % dan excellent dibawah 1 %, PER antara BTS dan station client harus seimbang
6. Perhitungan yang sama bisa dipergunakan untuk memperhatikan station lawan atau BTS kita, pada prinsipnya signal strenght, tingkat noise, PER harus imbang untuk mendapatkan stabilitas koneksi yang diharapkan
7. Pertimbangkan alternatif skenario lain bila sejumlah permasalahan di atas tidak bisa diatasi, misalkan dengan memindahkan station ke tempat lain, memutar arah pointing ke BTS terdekat lainnya atau dengan metode 3 titik (repeater) dll.
Perakitan Antena
1. Antena microwave jenis grid parabolic dan loop serta yagi perlu dirakit karena terdiri dari sejumlah komponen, berbeda dengan jenis patch panel, panel sector maupun omni directional
2. Rakit antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan
3. Kencangkan semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor
4. Perhatikan bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka pada saat perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap horn (driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya perubahan gain (db) antena
5. Beberapa tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah letak fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan
Pointing Antena
1. Secara umum antena dipasang dengan polarisasi horizontal
2. Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita anggap titik tengah arah (center beam)
3. Geser antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu per satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam width antena untuk setiap sisi (kiri atau kanan), misalkan antena 24 db, biasanya memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun kanan center beam adalah 6 derajat
4. Beri tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah terbaik dilakukan dengan cara mencari nilai average yang terbaik, parameter utama yang harus diperhatikan adalah signal strenght, noise dan stabilitas
5. Karena kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility grafis untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan PER) maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio standar 802.11b yang memiliki utility grafis seperti Orinoco atau gunakan Wave Rider
6. Selanjutnya bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan kelengkungan bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi
7. Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi, syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena juga harus dibalik menjadi vertical)
Pengujian Koneksi Radio
1. Lakukan pengujian signal, mirip dengan pengujian noise, hanya saja pada saat ini antena dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio
2. Sesuaikan channel dan nama SSID (Network Name) dengan identitas BTS / AP tujuan, demikian juga enkripsinya, apabila dipergunakan otentikasi MAC Address maka di AP harus didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut
3. Bila menggunakan otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang
4. Perhatikan bahwa kebanyakan perangkat radio adalah berfungsi sebagai bridge dan bekerja berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang didefinisikan berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel routing
5. Tabel routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang, untuk Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada device yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang satu subnet dengan IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio, agar utility yang dipasang di router dapat mengenali radio
6. Lakukan continuos ping untuk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER
7. Bila telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise) maka lakukan uji troughput dengan melakukan koneksi FTP (dengan software FTP client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada kondisi ideal average troughput akan seimbang baik saat download maupun up load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps adalah sekitar 600 kbps dan per TCP connection dengan MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps
8. Selanjutnya gunakan software mass download manager yang mendukung TCP connection secara simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat dengan harapan maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka dapat diaktifkan sekitar 120 session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600
9. Atau dengan cara yang lebih sederhana, digunakan skala yang lebih kecil, 12 concurrent connection dengan trouhput per session 5 kbps, apa total troughput bisa mencapai 60 kbps (average) ? bila tercapai maka stabilitas koneksi sudah dapat dijamin berada pada level maksimum
10. Pada setiap tingkat pembebanan yang dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT ping meningkat, angka mendekati sekitar 100 ms masih dianggap wajar.
Pada tahun 1988, OECD (Oraganitation for Economic Coorporation and Development) di Paris merupakan organisasi pertama yang menyatakan bahwa negara-negara maju setiap tahunnya kehilangan millyaran dolar Amerika dari bidang transportasi hanya karena pengemudi tidak mempunyai cukup informasi yang terkait mengenai navigasi [Krakiwsky, 1993]. IVHS AMERIKA (1992) adalah organisasi pertama yang mengkuantifikasi pernyataan OECD tersebut. Dalam laporannya, IVHS AMERIKA melaporkan bahwa pada tahun 1991 di Amerika Serikat 41.000 meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, dan lebih dari 5 juta orang terluka. Disamping itu kemacetan lalu lintas dipersalahkan sebagai faktor penghiang produktifitas kerja yang diestimasi merugikan Amerika Serikat sebesar 100 milyar dillar per tahun. Disamping itu kecelakaan-kecelakaan lalu lintas, yang sebagaiannya terkait dengan kemacetan lalu lintas, mengkontribusikan kerugian lainya yang diestimasi sebesar 70 milyar dollar per tahun. Setelah mempelajari karakterisrik persoalan tersebut, IVHS AMERIKA kemudian menyimpulkan bahwa sistem navigasi IVHS (Intelligent Vehicle Highway systems), sekarang dinamakan ITS (Intelligent Transportation Systems) dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan diatas. ITS memadukan antara faktor manusia (people), jalan (road), dan kendaraan (vehicles) dengan memanfaatkan stade of the art teknologi informasi.
Gambar 1. Elemen Intelligent Transportation System
ITS merupakan sintesa dari beberapa teknologi seperti penentuan posisi, komunikasi, sistem informasi, kontrol dan elektronik. Dalam kaitannya dengan teknologi pendukung ITS, GPS biasanya berperan sebagai teknologi penentuan posisinya dan GIS (Geographic Information System) berperan sebagai teknologi sistem informasinya [Arronoff, 1989; Autenucci et al.,1991]. Sistem navigasi ITS dapat diklasifikasikan dalam empat tipe yaitu : Autonomous ITS, Fleet Management ITS, Advisory ITS dan Inventory ITS.
Sistem Autonomous ITS terdiri dari sistem penentuan posisi dan sistem peta elektronik yang ditempatkan pada kendaraan dan dimaksudkan untuk memberikan kemampuan navigasi yang lebih baik bagi pengemudi kendaraan yang bersangkutan. Sarana ini tidak mempunyai komunikasi dengan sistem luar kendaraan kecuali kalau menggunakan GPS untuk penentuan posisinya dimana dalam hal ini diperlukan antena untuk menerima sinyal GPS.
Fleet Management ITS berfungsi untuk mengelola kendaraan dari pusat pengontrol (dispatch center) melalui hubungan komunikasi. Dalam sistem ini kendaraan-kendaraan yang bersangkutan diperlengkapi dengan sistem penentuan posisi dan umumnya mereka tidak diperlengkapi dengan sistem peta elektronik. Kendaraan-kendaraan tersebut melaporkan posisinya kepusat pengontrol sehingga pusat pengontrol mempunyai kemudahan untuk mengelola pergerakan kendaraan tersebut. Disamping memberikan instruksi-instruksi mengenai pengarahan, pusat pengontrol juga bertanggung jawab memberikan informasi-informasi yang diperlukan oleh pengemudi kendaraan sepeti informasi cuaca dan keadaan lalu lintas.
Gambar 2. Arsitektur Fleet Management ITS pada Taksi
Untuk Advisory ITS system menggabungkan aspek penentuan posisi dan sistem peta elektronik dari sistem autonomous ITS dengan aspek komunikasi dari arsitektur sistem fleet management ITS, Sistem advisory ITS adalah autonomous dalam artian bahwa sistem ini tidak di kontrol oleh suatu pusat pengontrol (dispatch center), tetapi pada saat yang sama sistem ini merupakan bagian dari armada kendaraan yang mendapat pelayanan dari pusat informasi lalu lintas. Pada beberapa sistem advisory ITS, kendaraan – kendaraan tertentu berdiri sendiri sebagai traffic probes, yang memberikan kendaraan-kendaraan lainnya (yang tidak terdefinisikan oleh pusat informasi lalu lintas) informasi-informasi terbaru tentang kondisi lalu lintas dan cuaca.
Yang terakhir adalah Inventory ITS System. Sistem ini biasanya terdiri atas kendaraan yang berdiri sendiri dan dilengkapi dengan kamera video digital untuk mengumpulkan data (lengkap dengan koordinat dan waktu pengambilan) yang terkait dengan jalan; yang diperlukan antara lain untuk keperluan inventarisasi jalan, pemeliharaan jalan, serta penyelidikan objek-objek pengganggu lalu lintas. Kendaraan – kendaraan yang digunakan juga diperlengkapi dengan alat penentuan posisi, data logger, serta pendisplay data dalam bentuk peta elektronik.
Server Load Balancing (SLB) disini diartikan sebagai sebuah proses dan teknologi yang mendistribusikan trafik pada beberapa server dengan menggunakan perangkat-perangkat networking. Perangkat tersebut menerima sebuah trafik dari tempat tertentu kemudian trafik tersebut diarahkan ke beberapa server lainnya. Gambar berikut ini menunjukkan bagaimana terjadinya SLB :
Server Load Balancing berfungsi sebagai berikut :
- menerima trafik dari sebuah network misalnya web traffic dan mengarahkannya ke site tertentu.
- melakukan split trafik menjadi individual request dan menentukan server mana yang akan menerima individual request tersebut.
- memantau server dengan menyakinkan bahwa server tersebut bertanggung jawab terhadap traffik.
- memberikan redudansi dengan mengaktifkan server lebih dari satu unit melalui mekanisme fail-over.
- menawarkan distribusi content seperti pembacaan URL, interconnecting cookies, dan XML parsing.
Awal Pemakaian
Internet awalnya digunakan sebagian besar oleh para akademisi dan sangat sedikit digunakan oleh orang umum. Ketika terjadi booming internet di tahun 1995 menjadikan sebuah server tunggal tidak akan mampu mengatasi dan memproses keinginan pengguna setiap harinya apalagi sejak internet digunakan dalam dunia perdagangan dengan e-commerce dan applikasi multimedia lainnya. Disaat seperti inilah orang mulai mencari cara untuk mengatasi redudansi kinerja server terhadap traffik yang terus meningkat.
Perkembangan
Jika sebuah server telah bekerja pada batas limitnya maka seorang administrator biasanya melakukan penambahan RAM atau melakukan upgrading processor untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Namun hal seperti itu tidak dapat terlalu membantu. Ada saatnya walaupun kita telah melakukan setting optimal terhadap hardware dan sistem operasi yang digunakan kegagalan server mesih sering terjadi.
DNS Load Balancing
Sebelum kita mengenal teknologi SLB, seorang server administrator terlebih dahulu harus menerapkan proses Load Balancing yang dikenal dengan DNS round robin. DNS roun robin menggunakan fungsi DNS untuk menggunakan satu IP address digunakan bersama pada sebuah hostname. Setiap entry DNS diketahui sebagai record yang memetakan sebuah hostname (misalnya www.nengnong.net) ke sebuah IP Address misalnya adalah 208.185.43.202. Biasanya hanya satu IP Addresss yang diberikan untuk satu hostname. Dengan ISO DNS server, BIND 8, maka DNS entri untuk www.nengnong.net bisa dilihat seperti berikut :
www.nengnong.net IN 208.185.43.202
Dengan DNS round robin maka dimungkinkan multiple IP address digunakna pada sebuah hostname yang dapat digunakan untuk mendistribusikan trafik sehingga tidak terlalu sibuk seperti halnya hanya menggunakan satu IP Address. Singkatnya disini kita bisa melihat tiga IP Address untuk sebuah web server yakni 208.185.43.202, 208.185.43.203, dan 208.185.43.204 yang di sharing dan di gunakan oleh www.nengnong.net. Konfigurasi DNS server untuk ketiga IP Address tersebut adalah seperti berikut :
www.nengnong.net IN A 202.185.43.202
IN A 202.185.43.203
IN A 202.185.43.204
Kita bisa cek effek dari penggunaan DNS dengan nslookup, seperti berikut :
[n3]# nslookup www.nengnong.net
Server: ns1.nengnong.net
Address: 198.143.25.15
Name: www.nengnong.net
Addresses: 208.185.43.202, 208.185.43.203, 208.185.43.204
Dengan demikian distribusi trafik untuk www.nengnong.net terbagi menjadi tiga seperti pada gambar berikut :
Terlihat bahwa distribusi dengan DNS round robin sederhana, namun menggapa mesti menggunakan SLB? Alasannya adalah DNS round robin masih memiliki keterbatasan, distribusi trafik yang tidak dapat diprediksi, caching isue, dan pengukuran kesalahan yang sulit dilakukan.
DNS 101
DNS berasosiasi dengan IP address dengan sebuah hostname sehingga kita tidak perlu mengingat angka-angka yang rumit. Setiap komputer yang terhubung ke Internet harus memiliki IP Address. Ketika user mengetikan URL sebuah hostname pada Browser, maka sistem operasi akan mengirimkan queri untuk melakukan konfigurasi DNS Server terhadap hostname tersebut. DNS server tersebut biasanya tidak memberikan informasi (kecuali di cached) sehingga domain name server mencari nama domain dengan root server. Root server juga tidak memiliki informasi IP Address tapi mengetahui siapa yang memiliki kemudian memberikan laporan kepada DNS server user. Detail prosesnya dijelaskan seperti berikut :
- User mengetikan URL ke dalam browser
- Operating System melakukan DNS request untuk mengkonfigurasi DNS server.
- DNS server melihat apakah ada IP Address yang di cached. Jika tidak maka melakukan query pada Root Server untuk mencari informasi DNS server yang dimaksudkan.
- Root server kemudian membalas dengan authoritative DNS Server terhadap request dari hostname.
- DNS server melakukan query terhadap auhoritative DNS server dan menerima respon.
Caching
Salah satu keterbatasan pada DNS round robin adalah DNS caching. Untuk mengindari DNS Server dari banyaknya request yang sama dan menjaga utilisasi bandtwith maka DNS Server melakukan DNS caching. Selama informasi pada DNS mengalami perubahan yang tidak berarti maka akan berfungsi seperti biasa. Namun jika DNS server memberikan masukan baru pada DNS maka sistem akan mencaching entri tersebut sampai entri tersebut expired.
Distribusi Trafik
Distribusi trafik juga merupakan salah satu masalah pada DNS round robin. DNS round robin akan mendistribusikan trafik pada IP Address yang telah diberikan pada sebuah hostname. Jika ada tiga IP Address yang diberikan maka trafik akan di distribusikan ke masing-masing ketiga IP tersebut. Jika ada empat IP address yang diberikan maka trafik akan didistribusikan pada keempat IP tersebut. Namun permasalahannya distribusi trafik sangat signifikan dan tidak selalu stabil. Gambar berikut menunjukan scenario failure pada DNS berbasis load balancing.
Evolusi
Sangat jelas bahwa SLB digunakan untuk mengatasi masalah redudansi, skalabiliti, dan manajemen yang diinginkan. Web Sites saat ini terus tumbuh semakin banyak. Saat ini downtime adalah asosiasi dengan sebuah ukuran rupiah. Beberapa situs kehilangan jutaan rupiah setiap menitnya hanya karena server mengalami down. SLB dibutuhkan untuk mengatasi hal ini. Load Balancing bekerja dengan trafik yang diarahkan pada situs. Satu URL, satu IP Address, dan load lancing digunakan untuk mendistribusikannya dengan baik. SLB memiliki beberapa keuntungan diantaranya adalah :
Fleksibel
dengan SLB kita dapat menambah atau mengurangi jumlah server pada site kita setiap saat. Keuntungan dari sistem ini adalah perawatan pada mesin dapat dilakukan dengan benar. SLB juga dapat mengarahkan trafik pada cookies, URL parsing, algoritma statik dan dinamis dan masih banyak lagi.
Availability Tinggi
SLB dapat melakukan pengecekan status available sebuah server, mengontrol server yang tidak merespon rotasi dan mengembalikannya pada rotasi sehingga berfungsi kembali. Dilakukan secara otomatis tanpa memerlukan intervensi dari administrator.
Load balancer dimulai dari perangkat berbasis PC, tapi sekarang fungsi loadbalancing juga dapat dilakukan pada switch atau router.
Teknologi Lainnya
SLB bekerja dengan melakukan manipulasi tujuan paket jaringan untuk server. Ada beberapa teknologi lain yang dapat digunakan sama dengan SLB diantaranya adalah sebagai berikut :
Firewall Load Balancing (FWLB)
Firewall Load Balancing (FWLB) dikembangkan untuk mengatasi beberapa keterbatasan pada teknologi Firewall. Sebagian besar Firewall adalah berbasis CPU seperti mesin SPARC atau mesin x86 based. Karena prosesor memiliki keterbatasan, throughput firewall pun menjadi terbatas.Kecepatan prosesor, konfigurasi, dan beberapa metric menjadi factor kinerja firewall. Seperti pada SLB, FWLB memungkinkan implementasi beberaa firewall di sharing dan di load sama halnya seperti SLB. Namun karena trafik yang berbeda maka konfigurasi dan teknologinya pun sedikit berbeda. Konfigurasi umumnya adalah seperti berikut :
Global Server Load Balancing
Global Server Load Balancing (GSLB) juga memiliki konsep yang sama dengan SLB hanya saja digunakan untuk distribusi pada lokasi yang lebih luas. SLB bekerja pada LAN (Local Area Network), sedangkan GSLB bekerja pada Wide Area Network (WAN). Ada beberapa cara untuk mengimplemetasikan GSLB seperti DNS based dan BGP based (Border Gateway Protocol). Berikut ini adalah contoh konfigurasi dasar GSLB :
Clustering
Clustering memberikan yang sama seperti halnya pada SLB yakni memberikan availability yang tinggi dan skalabiliti dengan sedikit perbedaan. Clustering melibatkan software protocol (proprietary dari masing-masing vendor) yang berjalan pada beberapa server dengan tujuan untuk melakukan sharing load (seperti pada gambar dibawah). Cluster berada didepan beberapa server kemudian melakukan manipulasi paket pada network device dan menerima trafik kemudian membaginya pada server lainnya. Ada integrasi yang kuat dengan software server.
Referensi : Tony Bourke, Server Load Balancing, O’Rielly, 2001
Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.
Sebuah jaringan biasanya terdiri dari 2 atau lebih komputer yang saling berhubungan diantara satu dengan yang lain, dan saling berbagi sumber daya misalnya CDROM, Printer, pertukaran file, atau memungkinkan untuk saling berkomunikasi secara elektronik. Komputer yang terhubung tersebut, dimungkinkan berhubungan dengan media kabel, saluran telepon, gelombang radio, satelit, atau sinar infra merah.
Yang sering kelupaan …
B = Byte
b = bit
1 Byte = 8 bits
1 bits = 0.125 Byte
1 kiloByte = 8192 bits
1 kilobits = 1024 bits
1 kilobits = 128 Byte
128 kilobits = 16384 byte
Bill Gates memutuskan untuk pensiun pada 27 Juni 2008 dari Microsoft setelah lebih dari 33 tahun mengembangkan bisnisnya dengan penuh kontroversi. Inovasi dan pemikiran dari seorang Bill Gates memang sangat luar biasa. Disini banyak orang ingin mengetahui bagaimana jadinya Microsoft tanpa seorang Bill Gates. Bill Gates adalah pendiri sekaligus pengembang Microsoft hingga menjadi seperti sekarang ini sehingga dia menjadi salah satu sosok seorang IT yang memiliki intelektual dan kreativitas nomor wahid di dunia. Sekarang Bill Gates akan menghabiskan waktunya pada sebuah yayasan yang didirikan bersama istri dan keluarganya yakni Bill & Melinda Gates Foundation.
Bill Gates dikenal sebagai sosok yang mampu mendongkrak secara signifikan industri komputer di dunia dengan program PC (Personal Computer) untuk setiap rumah. Awalnya dianggap mustahil namun nyatanya dia bisa menyujudkan hal itu dengan Microsoftnya. Tetapi selama 33 tahun pengabdiannya di Microsoft dia dikenal sebagai seorang pebisnis yang monopolis.
Karier Bill Gates
Dimulai pada tahun 1980, Gates mengembangkan sebuah sistem operasi yang dikenal dengan nama QDOS. IBM sebuah perusahaan besar industri perangkat komputer membayar hak cipta penelitian yang dibuat oleh Gates dan memberi nama sistem operasinya dengan nama MS-DOS. MS-DOS di applikasikan pada semua perangkat komputer yang diproduksi oleh IBM walhasil DOS yang selanjutnya berkembang menjadi WIndows tersebar keseluruh penjuru dunia dengan cepat. Selanjutnya Gates mengembangkan software-software lainnya sembari membeli lisensi dari produk-produk yang dianggap sebagai saingannya dengan tujuan mendominasi pasar di dunia IT. Microsoft juga sering mengklaim bahwa source code Windows telah dimanipulasi oleh beberapa kompetitornya. Semua adalah ide dan strategi yang mainkan oleh Bill Gates untuk tetap memegang kendali industri IT dunia.
Sekarang Microsoft berjalan tanpa Bill Gates. Apakah kejayaan Microsoft akan berakhir seiring semakin kuatnya kompetitor bagi Microsoft saat ini.
Referensihttp://www.toptechnews.com/
http://www.microsoft.com/presspass/exec/billg/bio.mspx
http://en.wikipedia.org/wiki/Bill_Gates
Ada yang pernah nyoba game Princes of Persia ? Seru apalagi kalo maennya di HP. Menceritakan seorang Satria yang memiliki dua Jiwa. Seorang pangeran yang pulang ke dari pengembaraan untuk menyelamatkan rakyatnya yang dikuasai oleh Iblis yang bernama Vizier. Disinilah petualangan sang Pangeran dimulai….
klik disini untuk download gamenya.. GRATISS… Setelah download file PrincePersia.tar.gz ektrak file tersebut sehingga kita dapatkan file prince_of_persia_the_two_throne.jar… Trus copy kan file tersebut ke HP.. setelah di copykan klik file untuk menginstallnya… Siap dimainkan…
Download Java Game buat HP yang lain klik sini.
Cerita ini adalah Repost dan Copy Paste dari Bulletin seorang Sahabat…
Boy adalah seorang cowok yang menjadi buta karena sebuah kecelakaan. Sejak ia menjadi buta, ia merasa terasing dari lingkungannya. Ia merasa tidak ada seorang pun yang memperhatikan atau menyayanginya. Hingga kemudian hadirlah Girl dalam hidupnya. Girl sangat menyayangi dan perhatian pada Boy. Ia tidak pernah mempermasalahkan kebutaan Boy sebagai suatu kekurangan yang berarti. Ia sungguh-sungguh mencintai Boy dengan tulus. Suatu hari berkatalah Boy kepada Girl.
B : Girl.. mengapa kamu begitu menyayangiku ?..
G : hmmmm..entahlah…aku tidak pernah tahu alasannya mengapa aku begitu menyayangimu?… yang aku tahu… aku benar-benar tulus menyayangimu Boy… (tersenyum).
B : Tapi… aku kan buta… apa yang bisa aku perbuat untukmu ?… apa yang bisa aku berikan padamu? …
G : Boy… aku tidak mengharapkan apapun darimu… Buatku.. Kamu bisa ceria setiap hari dan menyayangiku dengan tulus itu sudah cukup… Aku senang ketika kau merasa senang.
B : (terharu) belum pernah ada orang yang begitu menyayangi aku yang buta seperti ini…
G : (menggenggam tangan Boy sambil tersenyum)
B : Girl… kalo sampai suatu saat nanti aku bisa melihat lagi… aku pasti akan menikahimu… karena hanya kamu satu-satunya orang yang dengan tulus menyayangiku…
G : Benarkah … ?
B : Iya.. Aku Janji… kalau suatu saat nanti aku bisa melihat, PASTI aku akan menikahimu…
G : (terharu) terima kasih Boy… aku sangat menyayangimu..
B : (tersenyum) ya… aku tahu itu… aku juga sangat menyayangimu Girl…
Singkat Cerita… Boy melakukan Operasi Cangkok Mata dan Berhasil… Ia mampu melihat lagi… Ia pun tidak sabar lagi untuk segera menemui Girl…
Pergilah ia mencari Girl, sampai ia menemukannya.. Namun… Alangkah terkejutnya ia setelah mengetahui bahwa Girl adalah seorang Gadis Buta…Boy tidak bisa menerimanya… Ia pun menolak Girl… Ia Lupa akan semua Janjinya..
G : Boy… bukankah kamu sudah berjanji akan menikah denganku… ?
B : ummmm… (bimbang) ya memang aku pernah berkata begitu… tapi tidak dengan keadaanmu seperti ini..
G : Bagaimana mungkin kamu mengingkari janjimu sendiri..? bukankah kau yang bilang hanya aku satu-satunya orang yang menyayangimu..?
B : eeeerrrr… maaf Girl.. tapi aku tidak bisa menikah dengan Gadis Buta… Maaf
Girl yang kecewa dan merasa dikhianati… memilih untuk bunuh diri… Saat ia ditemukan meninggal… ada sepucuk surat disakunya…
Dear boy…
Memang tidak banyak yang bisa aku berikan padamu… tidak banyak yang bisa aku lakukan untukmu…Namun… aku sungguh-sungguh tulus menyayangimu… Semoga kedua mataku itu bisa berguna bagimu… bisa membawa terang dan keceriaan dalam hidupmu kembali.”
~ Kadang kala kita tidak boleh melihat sesuatu hanya dengan mata… Melainkan juga dengan Hati Kita… Mata bisa menipu… namun Hati tidak… Kata Hati selalu merupakan kejujuran terdalam dalam hidup manusia.. ~
Sialakan rePost cerita ini…
Jika kamu cowok repost cerita ini dengan judul “Aku tidak akan menyakiti hati seorang cewe seperti ini…”
Jika kamu cewe.. repost dengan judul “Aku akan berusaha menyayangi seorang cowo seperti ini..”
Peringatan : Tips ini khusus bagi pemula… yang sudah Master silakan kasih saran.
Biasanya hari-hari pertama berkenalan dengan sebuah Sistem Operasi baru kita dibuat pusing 7 keliling. Hal itu biasa, karena penyakit bawaan dari penggunaan Sistem Operasi yang lama. Kebiasaan tersebut tidak mesti dihilangkan, silakan dibawa di Ubuntu, hanya perlu beberapa pemahaman sehingga kebiasaan tersebut juga dapat dilestarikan. Yang ingin mencicipi Ubuntu sebaiknya baca dulu sepuluh tips berikut supayanggak terlalu pusing di awalnya… setelah paham ini proses selanjutnya akan semudah seperti air mengalir…
1. Apakah Terminal (atau command line) dan dimana lokasinya?
Dengan terminal kita dapat melakukan banyak task/proses melalui command line. Terminal ini adalah tools yang sangat powerfull namun juga dapat menimbulkan masalah besar karena dapat digunakan untuk meng eksekusi proses secara cepat dan efektif. Biasanya user menggunakan terminal dengan bermodalkan copy dan paste. Untuk mengakses terminal klik Application > Acessories > Terminal. Perlu di ingat bahwa perlu ketilitian dan kehati-hatian sebab kesalahan huruf saja bisa membuat kerusakan parah pada sistem kita.
Gambar 1. Terminal
2. Bagaimana cara meng install File ?
Ada banyak cerita-cerita menyeramkan saat melakukan instalasi di Linux seperti compile dari source atau depedency. Di Ubuntu hal seperti itu dapat diabaikan karena Ubuntu memiliki tools utiliti yang dapat membantu kita dalam menginstall atau unisntall program yang disebut dengan Synaptic Package Manager. Synaptic juga membantu mengatur depedensi sehingga tidak perlu mencari librari yang bermacam-macam untuk menjalan sebuah program. Berikut adalah cara kerjanya. Klik System > Administration>Synaptic Package Manager. Selanjutnya akan ditannyakan password pemilik untuk keamanan. Akan muncul tampilan awalnya seperti berikut :
Gambar 2. Synaptic Package Manager
Tampilannya tidak serumit penggunaannya. Untuk menginstall paket terterntu cukup dengan menekan tombol “Search” diatas Synaptic dan masukan nama paketnya. Kemudian klik nama paket pada kotak paket yang tersedia pilih “Mark for Installation” kemudian klik Apply. Synaptic akan menginstallnya sendiri. Jangan di ganngu diarkan dia bekerja. Untuk meng uninstall program melalui Synaptic lakukan dengan cara yang sama, tapi jangan dipilih “Mark for Installation” tapi pilih “Mark for Removal” atau “Mark for Complete Removal” pada kotak paket yang disediakan.
3. Bagaimana menggunakan Universe dan Multiverse Repositories ?
Untuk menggunakan Universe dan Multiverse Repositories ketikan perintah berikut pada command line (terminal) kemudian tekan enter :
sudo gedit /etc/apt/sources.list
setelah kita memasukkan password Gedit (applikasi text editor) akan menampilkan file source.list yang berisi semua daftar repositories software pada sistem. Repositories menunjukkan software apa yang dapat digunakan melalui Synaptic Package Manager. Secara default Ubuntu hanya memasukkan Repositoriesnya saja. Namun jika kita mau mendengarkan file-file Mp3, menonton film dengan DVD, atau menambah akses Game kita perlu menggunakan Universe dan Multiverse repositories.
Selanjutnya sebelum kita mengedit file souces.list ada baiknya dibackup dulu file sources.list ke nama yang lain seperti sources.list.backup ke home directori misalnya. Kemudian untuk mengaktifkan Universe dan Multiverse repositories cukup dengan membuang tanda # yang ada pada file sources.list yang memasukan Universal dan Multiverse kemudian di simpan. Kemudian untuk mengsinkronkan source yang di buat dengan Synaptic ketikan perintah berikut pada Terminal :
sudo apt-get update
Jikalau ‘membenci setengah mati’ command line kita bisa masuk dari System>Administration>Synaptic Package Manager, kemudian tekan tombol “Reload”.
4. Kenapa saya selalu di tanya password root ?
Root Password adalah user password yang dibuat sewaktu kita melakukan instalasi Ubuntu. Sistem akan menanyakan root password ketika kita akan menjalankan sebuah perintah yang dianggap memiliki potensi masuk kewilayah yang berbahaya bagi sistem. Kegunaannya adalah sebagai pengamanan dari file-file yang penting juga sebagai pengingat bahwa harus berhati-hati sebelum melakukan perubahan-perubahan pada file.
5. Bagaimana Menutup Applikasi yang Crash ?
Untuk menutup applikasi yang Crass petama masuk ke terminal kemudian ketikan perintah berikut ini :
xkill
Kemudian letakkan kursor pada applikasi yang crass, saat kita mengkilk applikasi tersebut maka akan applikasi yang crass tersebut akan tertutup dengan sendirinya.
6. Dimanakah C nya ?
Jika terbiasa dengan Windows kita terbiasa denga herarki file struktur seperti pohon dimana biasanya C adalah awal hierarki file tersebut. Di Linux juga mengenal hierarki struktur file diamana biasanya di windows ada “C:” tapi di Linux cukup dengan ‘/”. Slash di Linux juga diartikan sebagai go forward (maju kedepan) kalo Windows menggunakna backslash (\).
7. Apakah Ubuntu bisa memainkan File mp3 dan DVD ?
Salah satu alasan mengapa Linux tidak mengaktifkan DVD Playback secara otomatis format-format tersebut adalah kemungkinan besar DVD Playback adalah ilegal yang dilarang di banyak negara. Tapi kalo memang masih mau nekat bisa klik disini. Di Ubuntu format seperti ini dikenal dengan restricted Format. Format seperti itu juga dapat di seting otomatis.
8. Dimanakah direktori “My Documents” nya ?
Seperti biasa di Windows kita sering menggunakan “My Documents” karena sudah sangat populer. Di Ubuntu My Documents ada di direktori Home Folders > Documents.
9. Bagaimana melatakkan “Trash” / “Recicle Bin” di Desktop ?
Secara default likasi Trash bin berada di sudut kanan bawah. Karena kebisaan banyak orang yang meletakkan Trash Bin di desktop nya. Untuk membuat Trash Bin tampil di Desktop buka terminal dan ketikan perintah berikut :
gconf-editor
Selanjutnya Configuration editor akan di tampilkan. Klik apps > nautilus > desktop. Klik kotak pada “Trash_icon_visible” sehingga jadi tercentang.
Gambar 3. Gconf- Editor
10. Bagaimana mengkases partisi Windows dari Ubuntu ?
Dalam hal ini kita memiliki dual sistem di komputer yakni Windows dan Ubuntu. Format Partisi di windows asumsinya adalah NTPS dan FAT32. Ubuntu dapat membaca semua isi yang tersimpan dalam format partisi Windows. Petunjuk lebih lanjut dapat klik disini.
Artikel ini mengenalkan sebuah tools yang digunakan untuk mempermudah membangun applikasi pemetaan WebGIS dengan webserver yakni Chameleon.
MapServer digunakan sebagai pengembang applikasi pemetaan berbasis web yang dikembangkan oleh Universitas Minnesota. Team pengembang software tersebut menggunakan pendekatan Open Source sehingga software tersebut dapat diperoleh secara gratis, bebas dipergunakan, dimodifikasi dan didistribusikan. MapServer menjadi sebuah applikasi CGI executeable yang dapat digunakan dengan Web Server.
MapServer juga memberikan API (Application Programming Interface) yang disebut dengan Mapscript, sehingga seorang programmer dapat melakukan modifikasi pada peta. Dengan Mapscript dimungkinkan adanya pengembangan fungsi pemetaan dengan menggunakan bahasa pemrograman yang berbeda. Hanya saja sebagian besar dari pengembang applikasi WebGIS bukan seorang programmer. Untuk dapat membangun applikasi pemetaan berbasis web dengan MapServer dibutuhkan beberapa skill diantaranya adalah :
-
Web Server management
-
Mapping server management (seperti membuat file *.map pada Mapserver)
-
Desain grafis /layout interface (HTML)
-
Interaction Programming (seperti PHP dan Javascript)
-
Menyiapkan data
Chameleon sebagai sebuah produk dari Open Source yang dibangun dengan bahasa pemprograman PHP. Chameleon memberikan akses yang sederhana ke beberapa fitur yang hanya bisa diakses dalam MapScript dimana telah disediakan sebuah script yang telah jadi sebagai komponen yang dapat di gunakan. Dengan Chameleon seorang yang bukan programmer memunkinkan untuk memasukan komponen pada applikasi webGis.
Pengenalan Chameleon
Chameleon adalah framework yang dapat digunakan dengan baik pada webGis. Dapat digunakan secara berdampingan atau full integrated dengan dengan Mapserver berdasarkan spesifikasi yang ditentukan oleh Open Geospatial Consortium (OGC). Gambar berikut mengilustrasikan konfigurasinya :
Gambar 1. Konfigurasi Chameleon yang digunkan dengan MapServer
DM Solution Group (Ottawa, Canada) adalah pengembang komponen yang re-usedable pada Chameleon. Komponen-komponen yang dikembangkan tersebut membangun Chameleon Framework.
Menggunakan Fungsi Chameleon
Chameleon terdiri lebih dari 300 script PHP yang memberikan fungsi dan akses “widgets” pada WebGIS. Kita tidak mesti mengetahui bagaimana script ini bekerja karena dibangun dengan PHP MapScript jadi disini kita dapat dengan mudah memberikan HTML tag. Sebagai contoh penggunaan HTML Tag seperti melakukan desain untuk menambahkan peta, scalebar, legend, query tool, printing tools dan applikasi-aplikasi lainnya.
Pengembang applikasi yang menggunakan Chameleon dapat melakukannya hanya dengan menambahkan Tag pada halaman HTML. Cara seperti ini disebuat dengan CWC2 tag sebuah konfigurasi untuk komponen client WebGIS. Penggunaan Tags ini memberikan metode yang sederhana dalam menambahankan sebuah halaman pada applikasi web. Gambar berikut ini menunjukan beberapa kode yang ada pada widget.
Gambar 2. Contoh kontent yang ada pada Widgets
Berikut ini juga beberapa contoh tag yang di letakkan pada file HTML :
Main map image :
Legend dengan kontrol layer visibility:
Scalebar :
Masing-masing tag memasukan parameter untuk melakukan modifikasi fungsi pada widgets. Ada lebih dari 100 widget yang dapat digunakan sebagian besar merupakan tools dan opsi yang dapat digunakan disisi user. Diantaranya adalah :
-
ExpressionBuilder – untuk membangun fiter data.
-
CatalogSearch – untuk mencari layanan OGC catalog
-
MapSize – untk mengubah ukuran peta
-
ProjectionSelector – untuk mengubah proyeksi peta
-
PrintProduction – untuk menghasilkan file grafic print
Yang Dibutuhkan Saat Instalasi
Chameleon dapat di install dengan mudah pada banyak platform khususnya jika menggunakan file binary/paket Mapserver. Mapserver for Windows (MS4W) memiliki paket chameleon lengkap dengan contoh-contohnya. FOSS GIS Suite (FGS) merupakan installer untuk Linux yang juga telah menyediakan beberapa modul termasuk didalamnya adalah Chameleon. Kedua contoh paket yang disebutkan tadi telah termasuk didalamnya applikasi Web Server dan fungsi-fungsi PHP dan PHP mapscript yang siap digunakan.
Bekerja dari Contoh Applikasi
Chameleon telah menyedikan beberapa contoh applikasi yang siap dijalankan, biasanya menggunakan file PHP dengan terlebih dahulu memperhatikan beberapa setting berikut :
-
Dimana lokasi file sistem chameleon berada
-
File *.map digunakan untuk penggambar fitur atau untuk mengakses data
-
Apakah file template HTML digunakan untuk layer.
Web desainer bisa hanya memfokuskan pada layout web dan tampilan webnya. Pengembang Applikasi Geospasial memfokuskan pada management tampilan peta dan interaksi dengan komponen, dan pemrosesan data sehingga dapat ditampilkan pada applikasi.
Tampilan Standart
Chameleon memiliki default skin yang terdiri dari beberapa tombol yang menggunakan CSS (cascaded style sheet). Web Desainer bisa saja menambahkan tombolnya sendiri. Gambar berikut ini menggambarkan tampilan websites berbasis Chameleon.
Gambar 3. Applikasi ini dikembangkan dengan Chameleon oleh PeopleGIS
Gambar 4. Applikasi yang dikembangkan dengan Chameleon oleh MapItOut
Interaktif Tools
Chameleon memberikan beberapa interaktif tools seperti dragging tools, zoom level dan lainnya. Kita tidak perlu melakukan setting pada Javasript ataupun pada komponen DHTML karena sudah terintegrasi dengan Chameleon. Ada beberapa keuntungan yang didapat menggunkan Chameleon :
-
komponen yang re-usedable. Template atau widget yang di modifikasi dapat digunakan pada applikasi Chameleon yang lainnya.
-
Advanced fitur seperti pencarikan kode pos, labelling, mengubah ukuran peta, printing, query dan lainnya.
-
Siklus pengembangan yang singkat. Dengan memahami chameleon kita dapat membuat sebuah site dengan cepat.
Referensi :
1. Tyller Mitchell, Chameleon Web Mapping Framework, 2005
2. Tyller Mitchell, Web Mapping Illustration, 2005
Diawal bulan April yang lalu kita dihebohkan dengan adanya pemblokiran situs-situs yang dianggap tidak layak di tampilkan di Indonesia. Tapi ternyata pemblokiran tersebut masih dapat ditembus dengan mudah salah satunya dengan menggunakan Proxy. Apa sebenarnya Anonymous Proxy. Berikut adalah penjelasan singkatnya
PROXY
Proxy sebenarnya adalah sebuah applikasi yang digunakan untuk menyimpan webcache sementara di memori (server) nya sampai tidak ada yang mengakses lagi. Jadi jika kita kembali menggunakan file cache tersebut dan mengunjungi websites yang sama maka komputer tidak akan mendownload semua kontent yang ada di server tersebut karena sebagian besar isinya sudah disimpan pada file cache tadi sehingga menambah kecepatan download dan loading sebuah websites. Konfigurasi proxy dapat dilihat pada gambar berikut:
Dengan demikian penggunaan proxy sebenarnya tidak menghubungkan kita dengan internet secara langsung. Jika kita mengakses www.detik.com dengan sebuah browser maka browser yang kita gunakan akan meminta proxy untuk mendownload kontent yang ada pada detik.com. Proxy menyimpan kontent web tersebut pada file cachenya secara bersamaan kemudian jika kita ingin kembali mengakses detik.com Proxy akan membaca file cache tersebut terlebih dahulu sebelum mendownload file-file lainnya dari internet.
ANONYMOUS
Anonymous dapat dikatakan adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyembunyikan identitas agar tidak diketahui orang banyak. Jadi dapat kita artikan bahwa Anonymous Proxy adalah proxy yang digunakan untuk menyembunyikan identitas sebenarnya dan tidak diketahui darimana asalnya saat kita melakukan browsing. Identitas apa saja yang disembunyikan ? dan untuk apa disembunyikan ? identitas yang disembunyikan biasanya adalah IP Address dengan tidak mengirimkan HTTP_X_FORWARDED_FOR kepada remote host, Browser yang dipakai, Sistem Operasi yang digunakan dan Lokasi pengguna. Biasanya penyembuyian identitas digunakan untuk mengawasi pengguna internet (spamming, dll) dan juga untuk mencari jalur lain dari pemblokiran sebuah websites.
MENGGUNAKANNYA ?
Untuk menggunakna Anonymous Proxy yang dilakukan pertama kali adalah membuka alamat menyedia Anonymous Proxy tersebut melalui browser. Ada banyak penyedia yang memberikan layanan gratis ada juga yang trial 30 hari bahkan ada juga yang minta di bayar. List/Daftarnya klik disini. Salah satu contonya adalah http://spysurfing.com/index.php? kemudian tampil halaman seperti berikut :
Ketikan alamat websites yang memblokir IP anda / yang mau diamati misalnya http://ubuntu.com centang pilihan-pilihan yang mau di gunakan atau tidak. Kemudian klik Start Surfing. Tunggu sebentar maka akan muncul tampilan webnya seperti sediakala :
BAGAIMANA CARA KERJANYA ?



























